KETIK, ACEH BARAT – Audisi Bintang Radio Indonesia 2026 yang digelar Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Meulaboh resmi berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026. Sebanyak 35 peserta dari tiga kabupaten mengikuti ajang pencarian bakat vokal tersebut.
Peserta berasal dari Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya. Panitia menggelar audisi di lapangan depan Kantor Pos Meulaboh, Gampong Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.
Bintang Radio menjadi agenda tahunan RRI sekaligus ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi. Para peserta juga bersaing memperebutkan kesempatan mewakili RRI Meulaboh pada tahapan selanjutnya hingga tingkat nasional.
Baca Juga:
Nyaris Selesai! Jembatan Alue Tampak Aceh Barat Tembus 95 Persen, Habiskan Rp3,2 Miliar
Kepala LPP RRI Meulaboh, T. Haris Fadhillah, berharap audisi tahun ini dapat menemukan talenta vokal terbaik dari wilayah Meulaboh dan sekitarnya.
Ia optimistis peserta dari Bumi Teuku Umar memiliki kemampuan untuk bersaing pada jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, Meulaboh memiliki banyak talenta potensial di bidang tarik suara yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.
“Insya Allah saya berharap pelaksanaan Bintang Radio di LPP RRI Meulaboh tahun ini akan ada di antara kita yang berprestasi mewakili Bumi Teuku Umar,” ujarnya kepada media.
Baca Juga:
Penyangrai "Ue Neulheu" Nagan Raya Raih Juara Pertama Lomba Inovasi Alat TTG AcehT. Haris berharap peserta terbaik nantinya mampu membawa nama Meulaboh ke tingkat provinsi hingga nasional. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tampil percaya diri dan mengerahkan kemampuan terbaik selama mengikuti audisi.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Bintang Radio RRI Meulaboh 2026, Agustina, menjelaskan Bintang Radio merupakan program tahunan RRI yang berlangsung serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Agustina, pelaksanaan kompetisi mengikuti petunjuk teknis yang ditetapkan RRI Pusat. Tahun ini, panitia menerapkan sistem satu kali putaran untuk menentukan peserta terbaik.
“Tahun ini menggunakan sistem satu kali putaran untuk menentukan peserta terbaik,” kata Agustina.
Dari seluruh peserta, panitia akan memilih 10 orang terbaik yang terdiri atas lima peserta putra dan lima peserta putri. Mereka selanjutnya berkesempatan melanjutkan perjuangan pada tahapan berikutnya.
Agustina meminta para peserta tidak hanya mengejar kemenangan. Ia mengajak mereka menjadikan panggung Bintang Radio sebagai kesempatan untuk menunjukkan karakter dan kemampuan vokal masing-masing.
“Panggung ini adalah milik kalian. Tunjukkan karakter vokal terbaik, menyanyi dengan jiwa dan nikmati setiap detiknya,” ujarnya.
Ia menilai keberanian tampil di depan publik juga menjadi bagian penting dari kompetisi. Menurutnya, keberanian tersebut merupakan modal bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan meniti karier di bidang musik.
“Juara itu penting, tetapi keberanian kalian untuk berdiri di panggung ini sudah membuktikan bahwa kalian adalah seorang bintang,” katanya.
Dalam proses penjurian, panitia menggunakan dua mekanisme penilaian. Sebanyak 70 persen nilai berasal dari dewan juri, sedangkan 30 persen sisanya menggunakan sistem penilaian secara nasional.
Setelah seremoni pembukaan, seluruh peserta menjalani rangkaian audisi hingga sore hari. Panitia berharap kompetisi tersebut dapat menemukan penyanyi muda terbaik yang mampu mengharumkan nama RRI Meulaboh, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain audisi Bintang Radio, penyelenggara juga menghadirkan RRI Fest 2026 untuk memeriahkan rangkaian kegiatan. RRI Fest menghadirkan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai pertunjukan musik dan seni.
Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan penampilan para juara Bintang Radio RRI Meulaboh sebagai bagian dari puncak acara. (*)