KETIK, SURABAYA – Senyum merekah mewarnai Rumah Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia (YPKAI) yang terletak di Jalan Dharmahusada, Surabaya. Raut kegembiraan ini tercetak di wajah anak-anak penderita kanker ini lantaran mereka larut dalam kegiatan sulap dan dongeng bersama Swiss-Belhotel Internasional (SBI).

Kegiatan ini merupakan perayaan hari jadi SBI ke-39. Sebanyak enam hotel, jaringan SBI melaksanakan kegiatan itu di YPKAI. Executive Assistant Manager Hotel Ciputra World Surabaya, Treti Kusumawardani mengatakan kegiatan ini untuk memberikan hiburan kepada anak-anak penderita kanker.

"Kami ingin menghibur anak-anak penderita kanker yang sedang transit di rumah Yayasan Peduli Kanker dan menjalani pengobatan di Surabaya," katanya, Minggu, 27 September 2026.

Lanjutnya, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan hiburan. Pihaknya ingin memberi dukungan mental dan material kepada anak-anak serta membantu operasional yayasan melalui donasi.

"Kami memberikan dukungan mental dan juga material kepada anak-anak, serta memberikan donasi kepada rumah yayasan ini. Anak-anak penderita kanker mendapatkan fasilitas gratis selama berada di rumah yayasan," jelasnya.

Baca Juga:
Peringati Hari Perempuan Internasional, Hotel Swiss Belinn Tunjungan Surabaya Adakan Yoga In The Pool

Pengurus Rumah YPKAI, Fitrisiana Budi Kartiko mengatakan, keberadaan rumah singgah tersebut telah membantu banyak keluarga dari berbagai daerah khususnya yang harus membawa anaknya berobat ke Surabaya.

Fitrisiana yang telah 14 tahun menjadi pengurus di YPKAI menyebut, telah menerima sekitar 300 anak penderita kanker dari berbagai daerah di Indonesia.

"Untuk kegiatan hari ini ada 14 anak yang ikut menyaksikan hiburan. Mereka didampingi orang tua masing-masing," katanya.

Jenis kanker yang diderita anak-anak tersebut beragam. Di antaranya leukemia, tumor tulang ganas, kanker ginjal, tumor pada batok kepala, kanker mata, dan sejumlah jenis lainnya.

Lamanya anak tinggal di rumah yayasan juga bergantung pada proses pengobatan. Bagi pasien yang masih berada pada tahap awal pengobatan, masa tinggal dapat mencapai tujuh hingga sembilan bulan. (*)