KETIK, MALANG – Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) menerima sebanyak 512 mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Setiap tahunnya penguatan SDM ASN terus dibidik melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah (pemda). 

Direktur Sekolah Pascasarjana UB, Prof. Dr. Moh. Khusaini menjelaskan program studi yang tersedia bersifat multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin. Terdapat 7 program studi yang terdiri dari 4 magister (S2) dan 3 Doktor (S3). 

"Mahasiswa kita berasal dari berbagai latar belakang. Baik TNI, Polri, yang banyak mengambil prodi Ilmu Ketahanan Nasional," ujarnya, Minggu 23 Agustus 2026.

"Kita punya kelas kerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Juga prodi S2 dan S3 Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan. Ini mahasiswanya berasal dari berbagai latar belakang, baik itu politisi, birokrat, kepala daerah," tegasnya.

Sekolah Pascasarjana UB juga memiliki kelas kolaboratif yang bekerja sama dengan instansi di Indonesia. Kolaborasi tersebut untuk menguatkan dan meningkatkan kapasitas SDM di instansi pemerintahan. 

Baca Juga:
Lewat Diseminasi Teknologi Tepat Guna, Tim UB Tingkatkan Produktivitas UMKM Jamu Sari Alam

"Jadi memang semua program studi ini kita arahkan ikut membantu pemerintah dalam rangka mencerdaskan dan meningkatkan kualitas SDM yang ada di Indonesia. Sehingga SDM kita ke depan harapannya semakin bagus dan berkualitas," lanjutnya. 

Bahkan kolaborasi dengan Forkopimda Probolinggo telah terjalin. Ia menyebut Kota Probolinggo menjadi pilot project model kerja sama antara Pascasarjana UB dengan pemerintah daerah untuk peningkatan kapasitas SDM. 

"Ke depan akan kita tularkan ke berbagai pemerintah daerah yang ada di Indonesia. Jadi pilot project dengan Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang yang sudah lulus. Sehingga ke depan, ASN-ASN kita bisa mengikuti jejak Kota Probolinggo, agar peningkatan SDM semakin baik," tuturnya. 

Model pembelajaran pun dapat dilakukan secara hybrid yakni 50 persen daring dan 50 persen luring. Namun secara normatif terdapat dua model kelas reguler yang dimiliki Sekolah Pascasarjana UB. 

Baca Juga:
Universitas Brawijaya Mulai Pendataan Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Untuk Kelas Reguler 1, perkuliahan dilakukan pada hari aktif sedangkan Reguler 2 hanya saat akhir pekan. Begitu pula kelas kerjasama yang mengkombinasikan perkuliahan pada hari aktif maupun akhir pekan. 

"Kita punya kelas cost sharing antara Kota Malang dengan Bappenas. Itu full luring di sini. Ada 10 ASN Kota Malang yang mengambil program studi S2 dan 10 ASN dari Pemprov NTB yang juga dibiayai dari Pemprov NTB dan Bappenas, itu kuliahnya hybrid. Jadi kalau yang Kota Malang full luring, kalau yang dari Pemprov NTB hybrid," katanya. (*)