KETIK, SORONG – Tim 1 Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya mengajak masyarakat mengembangkan pertanian ramah lingkungan melalui program Ruang Tumbuh Klamono,Kamis, 22 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), siswa SMAN 4 Kabupaten Sorong, dan siswa SMPN 6 Kabupaten Sorong dalam pelatihan serta praktik pembuatan Pestisida Nabati (PESNAB) dan Pupuk Organik Cair (POC). 

Program tersebut menjadi ruang belajar bersama yang mempertemukan kelompok wanita tani, ibu rumah tangga, dan generasi muda untuk mengenal potensi bahan-bahan alami di lingkungan sekitar sebagai pendukung kegiatan pertanian.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik cair, mulai dari mengenal bahan hingga mempraktikkan tahapan pengolahannya.

Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada alternatif pengendalian hama tanaman menggunakan pestisida nabati serta pemanfaatan bahan organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Baca Juga:
Investor Lirik Mal Saruma di Halmahera Selatan, Bupati Penentu

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Siswa SMAN 4 dan SMPN 6 Kabupaten Sorong ikut serta dalam pelatihan dan praktik pembuatan Pestisida Nabati (PESNAB) dan Pupuk Organik Cair (POC). (Foto: Zaid Kilwo/Ketik.com)

Ketua Kelompok Wanita Tani Wonosari, Merry, mengapresiasi pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para anggota kelompok tani.

“Selama ini, kami mungkin belum banyak tahu bagaimana bahan-bahan yang ada di sekitar bisa diolah untuk membantu merawat tanaman. Dengan kegiatan ini, kami bisa belajar langsung cara pembuatannya dan berharap ilmu yang diperoleh bisa diterapkan di kebun masing-masing,” ungkap Merry, Kamis, 22 Oktober 2026.

Baca Juga:
Dialog Kebangsaan Hadirkan Ning Inayah Wahid, Ngatawi Al-Zastrouw, dan KM Faizi di Pesantren Annuqayah

Keterlibatan kelompok wanita tani menjadi bagian penting dalam memperkuat peran perempuan dalam pengembangan pertanian lokal.

Melalui pelatihan berbasis praktik, para ibu rumah tangga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengenali potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.

Selain menyasar kelompok wanita tani, kegiatan ini juga melibatkan siswa SMAN 4 dan SMPN 6 Kabupaten Sorong. Partisipasi pelajar tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan praktik pertanian sejak dini.

Dengan terlibat langsung dalam proses pembuatan PESNAB dan POC, para siswa memperoleh pengalaman belajar di luar kelas. Mereka dapat memahami bahwa pengetahuan pertanian tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga melalui praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Guru Biologi dan Prakarya SMAN 4 Kabupaten Sorong, Ibu Olvie, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi para siswa.

“Menurut saya, kegiatan ini menarik karena siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga bisa melihat dan mempelajari proses pembuatannya secara langsung. Dari sini, mereka jadi lebih mengenal cara memanfaatkan bahan-bahan di sekitar untuk mendukung kegiatan pertanian,” ujar Olvie. 

Kolaborasi antara kelompok wanita tani, pelajar, dan Tim 1 Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya ini menunjukkan pentingnya keterlibatan lintas generasi dalam membangun pengetahuan pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Melalui program Ruang Tumbuh Klamono, tim berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan bahan-bahan lokal menjadi salah satu upaya mengenalkan inovasi pertanian yang dekat dengan masyarakat dan berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan setempat.

Pada akhirnya, pertanian berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknik budidaya, tetapi juga pada pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat. 

Melalui Ruang Tumbuh Klamono, kolaborasi lintas generasi diharapkan dapat menumbuhkan budaya belajar, berbagi pengalaman, serta mengoptimalkan potensi lokal untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan di Kabupaten Sorong.(*)