KETIK, SURABAYA – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 Pemkot Surabaya akan memprioritaskan masalah bonus demografi. Pemkot akan meningkatkan kemampuan anak muda dengan membentuk Creative Hub di 31 kecamatan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan RPJMD fokus pada tujuh pembangunan yaitu mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, serta mengurangi angka kematian ibu dan anak.

Kemudian mengurangi angka kematian bayi (AKB), mengurangi angka stunting, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunkan angka gini rasio. 

"Ketika kita menurunkan kemiskinan, kita juga harus bisa menaikan kemampuan anak muda (usia produktif) sehingga angka pengangguran di Kota Surabaya ini semakin menurun," terang Eri pada Selasa 11 Maret 2025.

Ia melanjutkan, kegiatan yang akan dilakukan di Creative Hub adalah pelatihan untuk mengasah kemampuan sesuai kebutuhan dunia industri.

Contohnya, pelatihan wirausaha laundry berstandar internasional hingga  peternakan yang tersertifikasi. 

"Arahnya pelatihannya sertifikasi dan bergerak langsung. Tujuannya untuk menguatkan SDM-nya karena jika tidak, maka semakin banyak orang yang masuk ke umur produktif tapi tidak memiliki kemampuan," paparnya. 

Eri berharap penyusunan RKPD dan RPJMD yang dilakukan dapat mewujudkan visi Transformasi Surabaya menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan. 

"Selaraskan RKPD dan RPJMD yang disusun dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto  dan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sehingga, Pemkot Surabaya bisa memberikan upaya dan kinerja yang maksimal untuk rakyat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Kuasa Hukum PT Unicomindo Layangkan Surat Peringatan Ke Pemkot Surabaya Terkait Pembayaran Sengketa Sampah Rp104 M
Baca Juga:
Ini Daftar Lengkap 57 Pejabat Pemkot Surabaya Baru Dirotasi! Fikser Kadis DLH, eks Ajudan Risma Jadi Camat Dukuh Pakis