KETIK, SURABAYA – Ada angka yang menarik perhatian dari Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh. Di tengah tantangan pengentasan kemiskinan yang masih membayangi banyak daerah, angka kemiskinan di kabupaten berjuluk Nanggroe Breuh Sigupai itu justru menunjukkan tren penurunan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin di Abdya turun dari 15,32 persen pada 2024 menjadi 13,30 persen pada 2025. Penurunan tersebut mencapai 2,02 poin persentase.
Bukan hanya persentasenya yang turun, jumlah penduduk miskin juga berkurang dari sekitar 24,44 ribu jiwa pada 2024 menjadi 21,47 ribu jiwa pada 2025. Di tengah catatan tersebut, nama Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., mencuat di panggung nasional.
Safaruddin meraih Ketik Awards kategori Kepala Daerah Penggerak Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dalam rangkaian HUT ke-4 Ketik.com yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh CEO Ketik, Kiagus Firdaus, dalam acara “The 4th Anniversary Ketik.com” yang dikemas melalui 9.9 Awarding. Ajang tersebut memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, serta karya visioner dalam membangun negeri.
Baca Juga:
AKBP Agus Sulistianto Raih Ketik Awards, Diakui sebagai Polisi Penggerak Swasembada PanganYang membuat penghargaan itu semakin menjadi sorotan, Safaruddin disebut sebagai satu-satunya kepala daerah di Provinsi Aceh yang menerima Ketik Awards. Penghargaan untuk Bupati Abdya itu diterima Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, S.Sos.
Safaruddin menegaskan, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir dari kerja pemerintah daerah. Menurutnya, pengakuan yang diberikan di tingkat nasional justru menjadi motivasi untuk terus memperkuat berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua, tetapi yang paling penting bukan penghargaan itu sendiri. Yang paling penting adalah bagaimana angka kemiskinan terus kita turunkan dan ekonomi masyarakat Abdya terus kita kuatkan,” kata Safaruddin.
Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin pengentasan kemiskinan hanya berhenti pada angka statistik. Penurunan angka kemiskinan harus beriringan dengan meningkatnya pendapatan, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha masyarakat, serta semakin kuatnya daya beli warga.
Baca Juga:
HUT Ke-4 Ketik.com, Biro Lebak Hadir Bawa Ikat Kepala Baduy dan Gula Aren Malingping“Kita ingin masyarakat bukan hanya keluar dari garis kemiskinan, tetapi juga memiliki kemampuan ekonomi yang kuat, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya.
Safaruddin menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengevaluasi program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan agar benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Kita tidak boleh cepat puas. Masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Target kita jelas, kemiskinan harus terus ditekan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus semakin diperkuat,” katanya.
Penghargaan tersebut datang ketika Abdya sedang mencatatkan tren positif dalam penurunan kemiskinan.
Data BPS menunjukkan, dalam satu tahun saja persentase penduduk miskin Abdya turun lebih dari dua poin persentase. Secara jumlah, terdapat sekitar 2.970 jiwa lebih sedikit yang masuk kategori penduduk miskin dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka itu membuat penghargaan yang diterima Safaruddin memiliki konteks yang lebih kuat. Sebab, kategori yang diberikan bukan sekadar penghargaan atas pembangunan secara umum, melainkan secara spesifik menyangkut percepatan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan kata lain, isu yang selama ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah justru menjadi salah satu alasan Abdya mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Bupati Abdya Zaman Akli yang dikonfirmasi di kegiatan Awarding Ketik.com menuturkan, penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang sebuah trofi yang dibawa pulang dari Surabaya ke Kabupaten Abdya. Namun, ada pekerjaan yang jauh lebih besar di baliknya.
"Insyaallah Pemerintah Kabupaten Abdya di bawah pimpinan Bapak Bupati penurunan angka kemiskinan akan kita pertahankan, bahkan ditekan lebih jauh agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat," tuturnya.
Pemerintah Abdya sendiri menargetkan angka kemiskinan dapat terus ditekan hingga berada di bawah 10 persen dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, Ketik Awards dapat menjadi momentum untuk memperkuat agenda tersebut.
Ia menilai, pembangunan ekonomi harus menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat utama.
“Ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, tetapi sejauh mana program itu mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ucapnya.
Ketik Awards merupakan bagian dari peringatan HUT ke-4 Ketik.com yang memberikan apresiasi kepada tokoh maupun kepala daerah atas capaian dan kontribusinya dalam pembangunan. (*)