KETIK, JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak baru kepemimpinan setelah KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.

Penetapan tersebut dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sebelum ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menjadi kandidat dengan perolehan suara tertinggi dalam penjaringan calon ketua umum. Ia memperoleh 472 suara dari muktamirin, mengungguli sejumlah nama besar lainnya. Hasil tersebut kemudian dibawa ke AHWA untuk dimusyawarahkan hingga akhirnya diputuskan secara mufakat.

Sosok Pesantren dari Keluarga Besar Pendiri NU

KH Abdul Hakim Mahfudz lahir pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.

Baca Juga:
Daftar Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa, dari KH Hasan Gipo hingga Gus Kikin

Dari jalur keluarga, Gus Kikin memiliki hubungan darah dengan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Kedekatannya dengan dunia pesantren tidak lepas dari perjalanan keluarganya. Gus Kikin kemudian dipercaya meneruskan kepemimpinan Pondok Pesantren Tebuireng sebagai pengasuh melanjutkan perjuangan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah yang wafat pada 2020.

Perjalanan Organisasi di NU

Karier organisasi Gus Kikin terus berkembang. Pada 2024, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmah 2024–2029.

Baca Juga:
Dari KH Hasyim Asy’ari hingga KH Miftachul Akhyar, Inilah 11 Rais Aam NU Sepanjang Sejarah

Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya sebagai penjabat Ketua PWNU Jawa Timur. Jabatan tersebut menjadi salah satu pijakan penting sebelum dirinya maju dalam bursa Ketua Umum PBNU.

Dukungan dari struktur NU Jawa Timur kemudian mengantarkannya masuk dalam jajaran kandidat utama pada Muktamar ke-35 NU.

Tantangan Memimpin PBNU

Sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, Gus Kikin akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga soliditas organisasi, memperkuat peran NU di tengah masyarakat, serta melanjutkan tradisi keislaman dan kebangsaan yang selama ini menjadi ciri khas jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Dengan latar belakang sebagai ulama pesantren, pengasuh Tebuireng, serta pengalaman di bidang organisasi dan profesional, Gus Kikin kini menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan panjang NU. (*)