KETIK, PROBOLINGGO – Gerakan Pramuka Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, mengintegrasikan program kepramukaan ke dalam Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2026 sebagai upaya strategis pembentukan karakter sejak dini. Kegiatan berlangsung di kawasan Jati Raya, Sabtu, 11 Juli 2026. 

Sebanyak delapan pembina Pramuka memandu puluhan santri baru jenjang SLTA melalui serangkaian aktivitas terstruktur, meliputi permainan edukatif, dinamika kelompok, dan latihan kolaborasi. Model orientasi ini mencerminkan pendekatan pesantren modern yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu agama, tetapi juga pembangunan karakter melalui organisasi kesiswaan.

Salah satu pembina menyatakan, kegiatan Pramuka dalam OSABAR dirancang untuk menanamkan nilai-nilai fundamental sejak hari pertama santri menginjakkan kaki di pesantren.

"Kami ingin mengajarkan pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan kerja sama. Di lingkungan pesantren, setiap santri belajar untuk saling membantu dan tumbuh bersama," ujarnya.

Integrasi Pramuka dalam agenda orientasi ini sejalan dengan semangat nasional penguatan pendidikan karakter (PPK) yang dicanangkan pemerintah. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai, dinilai memiliki posisi strategis dalam mengimplementasikan gerakan tersebut secara konsisten dan terukur.

Baca Juga:
Pramuka Jatim Renovasi 1.000 RTLH, Sri Untari: Bukti Nyata Gotong Royong Hadir untuk Rakyat

OSABAR 2026 Pondok Pesantren Nurul Jadid menegaskan bahwa pembentukan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berjiwa sosial tinggi bukan sekadar program tahunan, melainkan bagian dari misi jangka panjang pesantren dalam mencetak kader bangsa yang berkarakter. (*)

Baca Juga:
Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Cetak Santri Berkarakter untuk Indonesia Emas