KETIK, TULUNGAGUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin secara resmi membuka agenda perpanjangan kesepakatan bersama Mal Pelayanan Publik (MPP) sekaligus meluncurkan tujuh inovasi layanan unggulan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin, 24 Agustus 2026, itu dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perbankan, Sekretaris Daerah Tri Hariadi, kepala perangkat daerah, camat, akademisi, perwakilan dunia usaha, hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menekankan pentingnya keberadaan MPP sebagai pusat integrasi berbagai layanan publik dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga BUMN dan BUMD.

MPP Tulungagung yang berada di pusat kota saat ini menampung 120 jenis layanan perizinan dan nonperizinan yang berasal dari 20 perangkat daerah serta 16 instansi vertikal.

Menurut Ahmad Baharudin, kemudahan akses pelayanan tersebut turut mendukung capaian investasi di Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga:
Buka Mahakarya Batik 2026, Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Bangga Produk Lokal

Pada 2025, realisasi investasi di Tulungagung mencapai Rp675,54 miliar atau 124 persen dari target Rp545 miliar. Nilai tersebut tumbuh 24,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara pada semester I tahun 2026, nilai investasi di Tulungagung telah mencapai Rp652,2 miliar.

“Peningkatan capaian investasi dan pertumbuhan ekonomi ini adalah hasil dari pelayanan prima di MPP. Inovasi yang diluncurkan hari ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, tetapi harus menjadi budaya kerja baru melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Ahmad Baharudin.

Untuk mempercepat pelayanan sekaligus memperluas jangkauan investasi, DPMPTSP Kabupaten Tulungagung meluncurkan tujuh inovasi layanan.

Baca Juga:
Semarak Peringatan HUT RI, Desa Tunggulsari Gayeng, Sehat dan Penuh Kebersamaan

Mosskeling menjadi layanan perizinan jemput bola yang menjangkau hingga tingkat desa. Pinta Disapa diarahkan untuk menjamin akses layanan yang inklusif, aman, dan bermartabat bagi penyandang disabilitas.

Selanjutnya, Klir-PM menyediakan pendampingan aktif bagi pelaku usaha dan investor dalam menyelesaikan kendala. Sinta Pintar mengintegrasikan data dan pemantauan berbasis teknologi untuk memperkuat tata kelola perizinan.

Inovasi lainnya, Gitar Indah menyediakan informasi mengenai potensi dan peluang investasi daerah. T-Poin difokuskan pada optimalisasi strategi promosi investasi untuk menjaring calon investor.

Sementara Ipro Hilirisasi Perikanan diarahkan untuk menyiapkan potensi sektor perikanan menjadi proyek investasi dengan nilai tambah tinggi.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, Dra. Imro’atul Mufidah, M.Si., mengatakan sepanjang semester I tahun 2026, MPP Tulungagung telah menerbitkan 10.285 dokumen layanan.

Ia menyebut Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan tersebut berada pada kategori Sangat Baik.

Kerja sama MPP Tulungagung juga terus diperkuat dengan 16 instansi vertikal, di antaranya kepolisian, kejaksaan, pengadilan, imigrasi, pajak, BNN, BPN, BPJS, Kementerian Agama, dan BPS, serta 20 perangkat daerah dan BUMD.

Peluncuran tujuh inovasi tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine secara simbolis oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, didampingi Sekda Tri Hariadi dan Kepala DPMPTSP Imro’atul Mufidah.(*)