KETIK, MALANG – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) sukses menyelenggarakan Tabligh Akbar dengan tema "Rasulullah Is My Role Model" bersama Ustadz Hilman Fauzi, S.E.I., M.E.Sy., atau yang akrab disapa Aa Hilman pada Selasa, 1 September 2026 di Masjid Thursina.
Selain sebagai perayaan kelahiran manusia panutan umat Muslim, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan nilai spiritual bagi seluruh keluarga besar Thursina IIBS.
Aa Hilman dikenal sebagai dai nasional, dosen, dan motivator yang aktif memberikan kajian di berbagai daerah. Ia juga pernah mengisi sejumlah program keislaman di televisi, seperti Serambi Islami TVRI, Siraman Qolbu MNCTV, Risalah Ilmu MNC Muslim, dan Cahaya Hati iNews TV.
Dengan pendekatan yang kalem, Aa Hilman menyampaikan nilai-nilai agama Islam yang mudah untuk dipahami. Sehingga, pada kesempatan ini ia menjadi dai yang pas untuk bisa menyentuh sisi spiritual seluruh keluarga besar Thursina IIBS.
Tabligh akbar diikuti oleh seluruh keluarga besar Thursina IIBS dengan dua sesi. Sesi pagi dihadiri oleh jajaran direksi, manajemen, dan seluruh SDM Thursina. Sementara di sesi sore hari diperuntukkan bagi para santri.
Baca Juga:
Respon Zulham Ditanduk Pak Dur, Ratusan Massa Gelar Aksi Damai di DPRD Kabupaten MalangPada sesi bersama SDM, tausiyah diarahkan pada makna pengabdian sebagai bagian dari ibadah. Para pendidik diajak untuk memandang setiap kegiatan mengajar sebagai amanah bukan hanya rutinitas profesional. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan mengajar dengan lapang dada akan menumbuhkan syukur, kesabaran, dan keikhlasan.
"Ketika pekerjaan dipandang sebagai amanah dari Allah, cara kita menjalaninya akan berbeda. Kita belajar bersyukur atas peran yang diberikan, bersabar menghadapi tantangan, dan terus meluruskan niat agar setiap ikhtiar bernilai ibadah,” pesan Aa Hilman.
Sementara itu, sesi bersama santri membawa peserta menapak perjalanan kehidupan Rasulullah SAW sejak masa awal hingga menjadi figur yang memperkenalkan Al-Quran dan Sunnah melalui perilaku nyata.
Baca Juga:
MTsN 1 Kota Malang Borong Medali di OMI 2026 Tingkat Kota Malang, Ini Daftar Nama Sang Juara!Dalam kajian ini, keteladanan Nabi ditempatkan bukan hanya sebagai pengetahuan sejarah semata, melainkan sebagai rujukan dalam menentukan sikap.
“Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengenal kisah beliau. Cinta itu harus terlihat dari bagaimana kita menjaga akhlak, memperlakukan orang lain, menghadapi kesulitan, dan berusaha menjadi manusia yang lebih dekat dengan tuntunan Allah,” ujar Aa Hilman.
Sepanjang kajian berlangsung, para SDM dan santri tampak larut dalam setiap pesan yang disampaikan oleh Aa Hilman.
Suasana masjid berlangsung khidmat, sebagian peserta menyimak dengan penuh perhatian, mencatat poin-poin penting, dan sesekali merespons refleksi yang mengajak mereka melihat kembali makna syukur, sabar, ikhlas, serta keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan yang disampaikan selama kajian memperkuat nilai religius dalam recording, core value Thursina yang menempatkan kesadaran spiritual sebagai fondasi pembentukan pribadi.
Keberagaman diarahkan agar tidak berhenti pada ritual, tetapi menjelma menjadi integritas, kesabaran, rasa syukur, serta tanggung jawab dalam kehidupan.
Bagi keluarga Thursina, momentum Maulid Nabi menjadi ruang untuk memperbarui kedekatan spiritual dengan sosok Rasulullah SAW.
Melalui Tabligh Akbar ini, keteladanan Rasul diharapkan semakin hidup dalam budaya kerja SDM dan keseharian santri, bukan banya dikenang, tetapi juga diterjemahkan menjadi pilihan sikap dan amal nyata.(*)