KETIK, MALANG – Universitas Ciputra (UC) menghadirkan program Beasiswa 20 Tahun UC untuk Generasi Muda di pertambahan usia. Melalui program ini, UC memberikan beasiswa bagi tiga siswa terbaik dari setiap sekolah di Malang yang telah bekerja sama. 

Vice Rector for Operations, Technology, and Resources UC, Michael Hery Tera, menjelaskan program tersebut menjadi kesempatan pendidikan bagi generasi muda di Malang. 

Sosialisasi program dilakukan melalui acara Sharing Stories Building Ideas: Involve The School yang dihadiri para kepala sekolah. Beberapa sekolah yang terlibat meliputi SMAK St. Albertus, SMA Kristen Kalam Kudus, SMAK Santa Maria, SMAK Cor Jesu, SMAN 8 Malang, SMAN 3 Malang, dan SMAN 4 Malang.

“Memasuki usia 20 tahun, kami ingin merayakan perjalanan Universitas Ciputra dengan berbagi kesempatan. Malang memiliki ekosistem pendidikan yang sangat penting di Jawa Timur. Kami ingin hadir tidak hanya melalui kolaborasi dengan sekolah, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa-siswa terbaiknya untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujar Tera, Kamis, 17 September 2026.

Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak dapat hanya memberikan kontribusi di sekitar lingkungan kampus saja. Oleh karena itu, kolaborasi dengan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan. 

Baca Juga:
Temukan BPJS Pekerja Non-Aktif, DPRD Kota Malang Minta Pemkot Evaluasi Perusahaan

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Kami percaya perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut membuka akses dan kesempatan bagi generasi muda agar mereka dapat berkembang, memiliki kompetensi, dan pada akhirnya memberikan kontribusi kembali bagi masyarakat,” lanjutnya.

Melalui program beasiswa ini, UC berkomitmen mendukung terwujudnya pendidikan yang adaptif agar generasi muda terus bertumbuh dan berkontribusi bagi masyarakat.

"Karena pendidikan bukan hanya tentang mempersiapkan generasi menghadapi masa depan, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk menciptakan masa depan," ungkapnya. 

Sementara itu, Education Specialist Yayasan Ciputra Pendidikan, Dwi Sunu Widyo Pebrianto, menjelaskan sekolah harus dikelola sebagai organisasi pendidikan yang terus beradaptasi dan berinovasi. Dalam hal ini, peran aktif para pemimpin sekolah sangat dibutuhkan. 

Baca Juga:
Kebakaran Berpotensi Sebabkan ISPA, Jadi Kasus Terbanyak di Kota Malang

"School leader memiliki peran penting untuk memastikan inovasi tidak berhenti sebagai ide, tetapi menjadi bagian dari proses pengembangan sekolah,” ujar Sunu. 

Menurutnya, seluruh elemen sekolah, baik pimpinan, guru, maupun siswa, harus memiliki kemampuan berinovasi secara sistematis. Pimpinan sekolah dituntut mampu mengidentifikasi persoalan, merancang inovasi, hingga mengujinya dalam skala terbatas, mengevaluasi hasil, kemudian mengembangkan inovasi yang berhasil. 

"Guru dilatih melalui pendekatan project-based untuk menemukan persoalan nyata di lingkungan mereka dan mengembangkan solusi. Siswa kemudian mendapatkan pengalaman mengerjakan proyek dengan pendampingan mahasiswa Universitas Ciputra," pungkasnya. (*)