KETIK, MALANG – Perawatan intensif neonatal menjadi salah satu layanan medis yang sangat penting bagi bayi yang lahir dengan kondisi khusus, seperti prematur, berat badan lahir rendah, hingga mengalami gangguan pernapasan. Penanganan sejak dini berperan besar dalam meningkatkan peluang keselamatan sekaligus mendukung tumbuh kembang bayi pada masa awal kehidupannya.

Mengutip Alodokter yang telah ditinjau secara medis oleh dr. Kevin Adrian, bayi dengan kondisi tertentu membutuhkan pemantauan dan perawatan khusus agar organ tubuhnya dapat berkembang secara optimal serta terhindar dari komplikasi yang lebih serius.

Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap ruang perinatologi (perina) sama dengan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Padahal, keduanya memiliki fungsi dan tingkat pelayanan yang berbeda.

Ruang perina diperuntukkan bagi bayi yang membutuhkan pemantauan dan perawatan khusus dengan tingkat sedang. Misalnya bayi yang memerlukan bantuan pengaturan suhu tubuh, pemberian nutrisi tambahan, atau alat bantu tertentu, tetapi kondisinya masih relatif stabil.

Sementara itu, NICU dikhususkan bagi bayi yang berada dalam kondisi kritis, seperti bayi prematur ekstrem atau bayi yang membutuhkan alat bantu hidup serta pengawasan intensif selama 24 jam penuh.

Baca Juga:
Cerita Tim Nakes NICU RSUD dr. Darsono Pacitan Selamatkan Bayi Prematur 740 Gram

Dengan adanya pembagian layanan tersebut, setiap bayi dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhan medis dan tingkat keparahan kondisinya.

Kondisi Bayi yang Membutuhkan Perawatan di Ruang Perina
Ada beberapa kondisi yang membuat bayi perlu menjalani perawatan di ruang perina, antara lain:

1. Bayi Prematur
Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu umumnya memiliki organ tubuh yang belum berkembang secara sempurna. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan mengalami gangguan pernapasan, kesulitan menjaga suhu tubuh, hingga masalah saat menerima asupan nutrisi.

2. Berat Badan Lahir Rendah
Bayi dengan berat lahir kurang dari 2,5 kilogram memiliki cadangan lemak yang lebih sedikit sehingga lebih mudah kehilangan panas tubuh. Selain itu, mereka juga berisiko mengalami infeksi, kekurangan nutrisi, dan gangguan pertumbuhan apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Tidak Langsung Menangis Setelah Lahir
Tangisan pertama merupakan salah satu indikator bahwa bayi mampu bernapas dengan baik. Jika bayi tidak segera menangis atau mengalami kesulitan bernapas setelah lahir, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pernapasan, infeksi, maupun kelainan bawaan yang berpotensi memengaruhi fungsi organ, termasuk otak.

4. Mengalami Infeksi Berat
Infeksi berat, seperti sepsis, merupakan kondisi darurat yang dapat ditandai dengan demam, napas cepat, hingga kejang. Bayi dengan kondisi ini membutuhkan penanganan segera melalui pemberian antibiotik, cairan infus, dan pemantauan intensif di ruang perina.

5. Memiliki Kelainan Bawaan
Sebagian bayi lahir dengan kelainan bawaan, seperti gangguan jantung, kelainan sistem saraf, gangguan metabolisme, atau organ tubuh yang tidak berkembang secara sempurna. Kondisi tersebut sering kali telah terdeteksi sejak masa kehamilan maupun sesaat setelah bayi dilahirkan sehingga memerlukan pengawasan medis secara khusus.

Lama Perawatan Disesuaikan dengan Kondisi Bayi
Durasi perawatan di ruang perina berbeda-beda pada setiap bayi. Ada yang hanya membutuhkan beberapa hari, namun tidak sedikit yang harus menjalani perawatan selama beberapa minggu, bergantung pada kondisi kesehatan dan perkembangan yang ditunjukkan selama masa pemulihan.

Selama proses tersebut, peran orang tua tetap sangat penting. Pendampingan keluarga serta pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara bertahap akan dilakukan apabila kondisi bayi sudah memungkinkan.

Karena itu, apabila dokter menyarankan bayi menjalani perawatan di ruang perina, orang tua sebaiknya memahami alasan medis, prosedur, hingga tahapan perawatan yang akan dijalani. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila terdapat perubahan kondisi atau hal-hal yang menimbulkan kekhawatiran.

Meski menjadi masa yang penuh tantangan bagi keluarga, perawatan di ruang perina merupakan langkah penting untuk memberikan kesempatan terbaik bagi bayi agar dapat bertahan hidup, tumbuh sehat, dan berkembang secara optimal.