KETIK, PAGAR ALAM – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tidak hanya berkobar di kalangan orang dewasa saja.
Di antara rombongan pendaki yang bersiap menuju Puncak Gunung Dempo yang berada di Kota Pagar Alam, Provinsi SUmatera Selatan (sumsel), terselip sosok mungil yang mencuri perhatian.
Dialah Muhammad Hakam Haqiqi, atau akrab disapa Aqa, bocah kelas VI SD Negeri 16 Sukajadi, Pelangkenidai, Kota Pagar Alam Sumsel.
Lahir di Pagar Alam, Sumsel pada 21 Maret 2015, Aqa mengikuti pendakian perdana bersama Tim Gabungan Bentang Merah Putih.
Tim pendakian ini melaksanakan upacara pengibaran bendera sekaligus membentangkan Sang Merah Putih sepanjang 2.026 meter di Puncak Dempo, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026, kemarin.
Baca Juga:
Tebu Rakyat Rengas I Masuk Tahun Ketiga, Hasil Usaha Kembali untuk WargaMeski usianya masih belia, semangat Aqa nama panggilanya untuk mencapai puncak tak kalah dengan para pendaki dewasa.
Aga melihat pendakian bukan sekadar perjalanan menuju tempat tinggi, tetapi juga kesempatan untuk mengenal alam lebih dekat sekaligus belajar tentang perjuangan mencapai sebuah tujuan.
Sang ibu, Rodiah Ufa, mengatakan Aqa sejak masih balita memang sudah terbiasa mengikuti sang ayah, Panca Putra, dalam berbagai aktivitas luar ruang.
Kebiasaan tersebut membuat Aqa cukup terbiasa melakukan kegiatan yang membutuhkan ketahanan fisik ini.
Baca Juga:
Kades Pegongsoran Klarifikasi Eks Galian C Pesalakan, CV Wiwit Kular Sukses: Reklamasi Sedang Diproses“Dia memang semangat sekali, dari kecil sering ikut ayah beraktivitas di luar. Jadi aktivitas fisik bukan sesuatu yang asing bagi Aqa,” ujar Rodiah.
Pengalaman Aqa menjelajah alam pun terbilang sudah cukup beragam. Hampir setiap akhir pekan, ia kerap diajak sang ayah menjelajahi kawasan alam, termasuk menuju Curup Koko dan mengikuti aktivitas canyoneering.
Pengalaman Aga tersebut menjadi modal berharga sebelum dirinya mencoba tantangan baru, yakni mendaki Gunung Dempo.
Dalam perjalanan menuju puncak kali ini, Aqa juga tidak sendirian. Sang ayah juga turut mendampinginya sekaligus menjadi bagian dari tim gabungan BPBD Pagar Alam.
Kehadiran sang ayah tentu menjadi penyemangat tersendiri bagi Aqa dalam menghadapi medan pendakian gunung Dempo yang cukup ekstrim.
Di balik keberanian Aqa, tersimpan pula kisah keluarga yang lekat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan.
Ia merupakan cucu dari salah satu prajurit yang menjadi saksi perjuangan dan masa penjajahan di Pagar Alam, Sumsel.
Kini, langkah Aqa menuju Puncak Dempo memiliki makna lebih dari sekadar menaklukkan ketinggian saja.
Di usianya yang masih muda, ia membawa semangat sebagai generasi penerus untuk mencintai alam, mengenal perjuangan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Kehadiran Aga di tengah Tim Gabungan Bentang Merah Putih juga menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwariskan melalui pengalaman dan keteladanan.
Dari kaki gunung Dempo hingga puncak, Aqa akan membawa satu pesan sederhana, bahwa mencintai Indonesia dapat dimulai dari langkah kecil.
Di antara ribuan langkah menuju Puncak Gunung Dempo, langkah kecil Aqa menjadi simbol semangat generasi muda.
Usia Aga boleh muda, tetapi semangat untuk Indonesia tidak boleh kalah.