KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era digital. Salah satunya melalui pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan aplikasi desain Canva yang diikuti 200 pelaku UMKM di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kamis, 16 Juli 2026.

Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan perkembangan teknologi digital seharusnya dimanfaatkan sebagai peluang untuk mempercepat pertumbuhan usaha.

Menurutnya, AI bukan ancaman bagi pelaku UMKM, melainkan sarana yang dapat membantu proses promosi, pembuatan konten, hingga memperluas jangkauan pemasaran.

“Artificial Intelligence tidak akan menggantikan kreativitas manusia. AI hanyalah alat bantu. Penentu keberhasilan sebuah usaha tetap berada pada kualitas produk, pelayanan yang baik, serta kepercayaan konsumen,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.

Ia menilai perubahan pola konsumsi masyarakat membuat pelaku usaha harus semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga:
Disperkim Kota Batu Gandeng Kementerian PU, Cetak Tenaga Konstruksi Bersertifikat dan Kompeten

Berbagai aktivitas pemasaran, mulai dari penyusunan materi promosi, pengelolaan media sosial, hingga membangun identitas merek kini dapat dilakukan lebih efektif dengan dukungan teknologi digital.

Karena itu, Politisi PKB ini berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan formal, tetapi benar-benar diterapkan oleh para peserta dalam menjalankan usahanya.

“Kami ingin ilmu yang diperoleh hari ini langsung dipraktikkan sehingga mampu meningkatkan kualitas promosi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Harapan kami, UMKM Kota Batu bisa terus naik kelas,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pelaku usaha yang terbuka terhadap pembelajaran dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Optimisme tersebut didukung kondisi ekonomi Kota Batu yang menunjukkan tren positif.

Baca Juga:
Libur Sekolah Usai, Disparta Kota Batu Siapkan Gebrakan Baru agar Wisatawan Terus Berdatangan

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batu tahun 2025 dengan kontribusi mencapai 18,69 persen. Secara keseluruhan, nilai PDRB Kota Batu telah menembus Rp23,68 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi ini harus benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah hadir melalui berbagai bentuk pendampingan, edukasi, hingga membuka akses pasar agar produk UMKM semakin berkembang,” papar Cak Nur.

Selain peningkatan kapasitas digital, Cak Nur juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi pelaku UMKM, termasuk pola kerja sama dengan toko oleh-oleh modern yang berkaitan dengan sistem pembayaran.

Menurutnya, persoalan tersebut harus terus dikomunikasikan agar menghasilkan solusi yang saling menguntungkan.

“Komunikasi antara pemerintah dan pelaku UMKM tidak boleh hanya berlangsung dalam forum resmi. Kami ingin terus mendengar masukan dari pelaku usaha agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal, Cak Nur menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batu untuk mengoptimalkan penggunaan produk UMKM dalam setiap kegiatan pemerintahan.

“Saya meminta seluruh OPD memprioritaskan produk UMKM Kota Batu. Belanja pemerintah harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Jangan hanya bergantung pada penyedia yang sama, karena produk UMKM kita sangat beragam dan layak digunakan dalam berbagai kegiatan pemerintah,” tegasnya.

Ia juga meminta Sekretaris Daerah segera memetakan kebutuhan riil para pelaku UMKM, termasuk kemungkinan dukungan fasilitas maupun peralatan produksi yang masih dapat diakomodasi melalui anggaran tahun 2026.

Melalui peningkatan literasi digital, keberpihakan terhadap produk lokal, serta pendampingan yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Batu berharap UMKM semakin inovatif, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota wisata berbasis ekonomi kreatif. (*)