KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember membuka peluang bagi investor untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah wilayah yang hingga kini belum memiliki fasilitas penyaluran BBM resmi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember memperluas akses masyarakat terhadap bahan bakar sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di daerah.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pemerintah daerah telah melakukan pemetaan terhadap sebaran SPBU di wilayah Kabupaten Jember. Hasil pemetaan menunjukkan masih terdapat sejumlah kecamatan yang belum memiliki SPBU resmi sehingga masyarakat di wilayah tersebut harus mengakses fasilitas pengisian BBM di daerah lain.
“Pemetaan Pemkab menunjukkan masih ada sejumlah kecamatan yang belum memiliki SPBU resmi. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor untuk membangun SPBU di daerah terpencil,” tambahnya.
Gus Fawait menilai pembangunan SPBU tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas pengisian bahan bakar. Kehadiran SPBU di wilayah yang belum terjangkau juga dapat memperpendek akses masyarakat terhadap kebutuhan energi sehari-hari.
Selama ini, warga di sejumlah daerah yang belum memiliki SPBU harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan BBM. Kondisi tersebut tentu menambah waktu dan biaya perjalanan, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, berdagang, maupun menjalankan aktivitas ekonomi lainnya.
Baca Juga:
Gus Fawait Bupati Jember Ungkap Rasa Terima Kasih Raih Penghargaan Inovator One Stop Service Homecare di Ketik.com 9.9 AwardingKarena itu, Pemkab Jember mendorong investor melihat kebutuhan tersebut sebagai peluang pengembangan usaha sekaligus bagian dari pemerataan pelayanan. Pemerintah daerah siap membuka ruang investasi di wilayah yang dinilai memiliki kebutuhan terhadap fasilitas penyaluran BBM.
"Kami mengundang para investor untuk mendirikan SPBU baru di kecamatan yang belum terjangkau. Selain memastikan pasokan bahan bakar merata sampai ke pelosok, upaya ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah," tegasnya.
Menurut Gus Fawait, investasi SPBU dapat memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat. Selain menyediakan fasilitas pengisian BBM, pembangunan SPBU membutuhkan tenaga kerja dan berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan sekitarnya.
Kehadiran fasilitas tersebut juga dapat mendukung mobilitas masyarakat di wilayah yang selama ini belum memiliki akses SPBU. Masyarakat tidak perlu selalu menuju kecamatan atau wilayah lain hanya untuk mendapatkan BBM, sehingga aktivitas ekonomi dapat berlangsung lebih efisien.
Baca Juga:
Bupati Fawait Dorong Jalur Alternatif Pasokan BBM Jember dari Malang atau SurabayaPemkab Jember berharap investor tidak hanya mempertimbangkan wilayah perkotaan ketika melihat peluang pembangunan SPBU. Pemerintah justru mendorong masuknya investasi ke daerah yang masih minim fasilitas agar pembangunan dapat memberikan manfaat lebih luas.
Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari respons Pemkab Jember terhadap persoalan antrean BBM yang sempat terjadi di sejumlah SPBU. Bupati Muhammad Fawait sebelumnya turun langsung memantau kondisi antrean kendaraan di SPBU Gebang dan SPBU Gajahmada, Selasa malam, 8 September 2026.
“Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran penyaluran BBM sekaligus melihat langsung kondisi antrean kendaraan di lapangan,” katanya, Selasa malam, 8 September 2026.
Pemkab Jember tidak hanya memantau kondisi di lapangan, tetapi juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pelayanan BBM. Salah satunya dengan mendorong penambahan fasilitas SPBU di wilayah yang belum terjangkau.
Pemerintah daerah memandang pemerataan SPBU sebagai kebutuhan jangka panjang. Dengan distribusi fasilitas yang lebih merata, masyarakat di wilayah pelosok dapat memperoleh akses BBM secara lebih mudah tanpa harus bergantung pada SPBU yang berada jauh dari tempat tinggal mereka.
Selain manfaat bagi masyarakat, pembangunan SPBU juga berpotensi memberikan keuntungan bagi daerah melalui penciptaan aktivitas ekonomi baru. Investor dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, sedangkan masyarakat memperoleh fasilitas yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha.
Pemkab Jember pun mengajak calon investor untuk melihat kebutuhan fasilitas BBM di wilayah pelosok sebagai peluang yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus sosial. Pemerintah daerah akan mendorong agar investasi tidak terkonsentrasi hanya di kawasan yang sudah berkembang.
Di sisi lain, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki Ikbal Wilda Fardana memastikan jalur pasokan BBM bersubsidi menuju Jember tidak mengalami kendala. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan akibat isu yang berkembang.
"Sejak awal kami sudah menegaskan, kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying," terangnya.
Ikbal menyebut antrean panjang yang terjadi di Jember merupakan fenomena lokal. Ia menduga isu mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM turut mendorong sebagian masyarakat membeli bahan bakar dalam jumlah lebih banyak.
"Fenomena terjadinya antrean yang mengular ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal baik dari stok maupun jalur distribusinya tidak ada kendala sama sekali. Bisa jadi ada isu kenaikan harga sehingga masyarakat panic buying," tandasnya.
Pemkab Jember berharap penambahan SPBU di kecamatan yang belum terjangkau dapat memperkuat pemerataan akses BBM. Pada saat yang sama, pemerintah ingin menjadikan investasi tersebut sebagai penggerak ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah pelosok.