KETIK, JAKARTA – Amerika Serikat akan menggelar pemilihan sela atau midterm elections pada 3 November 2026. Pemilu ini menjadi momentum penting bagi Partai Demokrat dan Republik untuk memperebutkan kendali Kongres serta sejumlah pemerintahan negara bagian.
Namun, kontestasi politik tersebut tidak hanya berlangsung di antara para kandidat dan partai politik. Pemilu AS juga menjadi arena pertarungan para miliuner yang berada di belakang masing-masing kubu.
Sejumlah orang terkaya dan pengusaha terkemuka akan menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk mendukung kandidat maupun organisasi politik yang sejalan dengan kepentingan mereka.
Dukungan finansial datang dari berbagai sektor, mulai dari teknologi, keuangan, energi, properti, hingga industri hiburan. Dana yang disalurkan digunakan untuk membiayai komunikasi politik, memperkenalkan kandidat, serta memperluas jangkauan kampanye kepada para pemilih.
Nama-nama besar seperti Elon Musk dan George Soros turut mewarnai peta pendanaan politik menjelang pemilu sela kali ini. Keduanya berada di kubu politik yang berbeda dan memiliki jaringan pendanaan yang menopang kepentingan masing-masing partai.
Baca Juga:
Resmi Kantongi SK DPP, Asrofi: Terpilih Jadi Ketua DPC Demokrat Brebes Lewat Muscab yang SahDaftar berikut merangkum sejumlah donor yang berafiliasi dengan Partai Demokrat dan Republik berdasarkan pemeringkatan Visual Capitalist, serta nama-nama lain yang dihimpun dari laporan media dan dokumen pendanaan kampanye.
Demokrat: Soros hingga Bloomberg, Filantropis Ikut Menyokong
Jaringan pendanaan Partai Demokrat melibatkan investor, pengusaha, filantropis, hingga organisasi politik. Dukungan finansial juga mengalir melalui struktur partai di tingkat negara bagian.
Suntikan dana tersebut memperkuat upaya Demokrat untuk menjangkau pemilih dan memperebutkan mayoritas di Kongres. Penguasaan lembaga legislatif menjadi penting karena dapat memengaruhi pembahasan undang-undang hingga kebijakan anggaran pemerintahan Presiden Donald Trump.
Baca Juga:
Dilantik Ketua DPC Demokrat Brebes, Asrofi Siap Rangkul Semua Elemen dan Besarkan PartaiDalam pemilu sela kali ini, seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS diperebutkan. Selain itu, sekitar sepertiga kursi Senat juga akan ditentukan melalui pemilihan pada 3 November 2026.
Hasil pemilu akan menentukan partai yang menguasai masing-masing kamar Kongres selama dua tahun berikutnya. Komposisi tersebut turut menentukan ruang gerak pemerintahan dalam menjalankan agenda legislasi dan kebijakannya.
Kepentingan para penyandang dana Demokrat pun beragam. Brennan Center mencatat dukungan George Soros berkaitan dengan agenda masyarakat sipil dan supremasi hukum. Sementara itu, sebagian pendanaan Michael Bloomberg disalurkan melalui kelompok yang berfokus pada pengaturan senjata api.
Di Wisconsin, kontribusi sejumlah filantropis kepada Partai Demokrat tingkat negara bagian juga ikut menopang organisasi yang mendukung pencalonan David Crowley sebagai gubernur. Hal ini memperlihatkan bahwa aliran dana politik tidak hanya berpusat pada perebutan kursi di tingkat federal, tetapi juga menjangkau kontestasi pemerintahan negara bagian.
Republik: Musk Memimpin, Pengusaha Energi hingga Kosmetik Ikut Masuk
Di kubu Partai Republik, dukungan finansial datang dari pengusaha teknologi, investor, perusahaan energi, hingga pemilik bisnis restoran.
Elon Musk menjadi salah satu nama besar yang menonjol dalam jaringan pendanaan politik pendukung Republik. Selain Musk, sejumlah pengusaha dan investor turut menyalurkan dukungan melalui berbagai organisasi politik.
Nama-nama tambahan juga tercatat dalam pendanaan MAGA Inc., komite politik pendukung Donald Trump, serta V-PAC. Organisasi terakhir merupakan komite politik yang mendukung kandidat gubernur Ohio dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy.
Dukungan finansial tersebut memberikan ruang lebih luas bagi organisasi pendukung Republik untuk membiayai komunikasi politik dan memperkenalkan kandidat kepada pemilih.
Di sisi lain, kepentingan dunia usaha juga menjadi perhatian dalam peta pendanaan tersebut. Brennan Center menyoroti semakin besarnya peran industri kripto dan kepentingan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) dalam pendanaan politik.
Keterlibatan para pengusaha dari berbagai sektor memperlihatkan hubungan erat antara kepentingan ekonomi dan dinamika politik di AS. Kebijakan yang diambil pejabat terpilih berpotensi memengaruhi lingkungan usaha, regulasi industri, hingga arah investasi.