KETIK, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Dalam operasi tersebut, total 14 orang diamankan di tiga lokasi berbeda, yakni Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, lima orang diamankan di Jakarta, salah satunya Bupati Bolmut.
Kemudian delapan orang diamankan di Sulawesi Utara, termasuk di Kabupaten Bolmut, dan satu orang lainnya diamankan di Gorontalo.
Pihak yang diamankan terdiri atas bupati, kepala dinas, aparatur sipil negara (ASN) lainnya, serta pihak swasta.
Baca Juga:
Kasus Suap Rp91 Miliar Bea Cukai Dikembangkan, KPK Kantongi Tersangka BaruBudi mengatakan, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara di lingkungan Kabupaten Bolmut yang berhubungan dengan sejumlah proyek di daerah tersebut.
"Adapun perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang berkaitan dengan proyek-proyek di kabupaten tersebut," ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Salah satu proyek yang disebut dalam perkara tersebut berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
"Untuk proyeknya di antaranya terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan di Dinas PUPR," katanya.
Baca Juga:
MAKI Kritik Keberanian KPK, Soroti Penanganan Kasus yang Libatkan Pejabat TinggiSelain mengamankan 14 orang, tim KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang rupiah dengan total ratusan juta rupiah.
Sebagian uang diamankan di Jakarta bersama pihak-pihak yang ditangkap, sementara sisanya disita di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Lima orang yang diamankan di Jakarta menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK Merah Putih.
Sementara pihak lainnya menjalani pemeriksaan awal di polres atau polda setempat.
"Selanjutnya nanti tim akan melihat kebutuhan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK Merah Putih. Untuk itu nanti kita akan update kembali pihak-pihak yang kemudian akan dibawa baik dari Manado ataupun dari Gorontalo," kata Budi.
KPK belum menyampaikan secara lengkap proyek-proyek yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Lembaga antirasuah juga belum membeberkan jumlah pihak swasta yang diamankan, kronologi penangkapan Bupati Bolmut di Jakarta, maupun konstruksi perkara secara lengkap.
"Untuk detailnya nanti kami sampaikan ya soal kronologi peristiwa, konstruksi perkara dalam konferensi pers terkait dengan perkara ini," ujar Budi.(*)