KETIK, BREBES – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah berlangsung di King Royal Hotel Brebes, Sabtu, 29 November 2025, sekaligus menggelar lokakarya bagi pengelola Sekolah Islam Terpadu (SIT).

Acara menghadirkan tiga narasumber yang membahas arah kebijakan pendidikan, pengembangan SDM yayasan, hingga kisah sukses pengelolaan lembaga pendidikan.

‎Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Peningkatan Kualitas Pendidikan

‎Dr. Fikri Fakih, M.M., Anggota Komisi X DPR RI, memaparkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Baca Juga:
Tetapkan Pengurus Baru, DPP GSNI Soroti Evaluasi MBG dan Prioritaskan Pendidikan di Daerah 3T

"Pembelajaran saat ini tidak bisa ditangani satu faktor saja. Pemerintah, industri, dan masyarakat perlu terlibat bersama," ujarnya.

Pengembangan SDM dan Kepemimpinan Yayasan

‎Prof. Dr. Sukro Muhab, Ketua Majelis Tinggi JSIT Indonesia, mengingatkan bahwa perubahan struktur pekerjaan di masa depan menuntut sistem pendidikan adaptif.

"Pada 2030 akan muncul 170 juta pekerjaan baru akibat digitalisasi, dan 92 juta pekerjaan lain diperkirakan hilang," paparnya.

Baca Juga:
Terungkap di 'Wedar Sedulur' Brebes, Mbah Hisyam Bin Ki Pencar Miliki Nasab hingga Prabu Brawijaya V

‎Success Story Pengelolaan Lembaga Pendidikan

‎Ustadz Abdul Hakim, Ketua Yayasan Lembaga Bakti Muslim Al Falah Sragen, menyampaikan success story perjalanan yayasannya.

Ia menceritakan upaya mempertahankan keberlangsungan lembaga selama pandemi serta inovasi pasca pandemi melalui unit usaha seperti Laz Bakti Peduli, pendirian CV, dan sejumlah akuisisi bisnis.