KETIK, LEBAK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak dari Fraksi Partai Golkar Muammar Adi Prasetya menegaskan, anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Lebak harus mendapatkan hak pendidikan yang setara dan berkualitas.
Hal itu disampaikan Muammar saat melakukan silaturahmi ke Sekolah Khusus (SKh) Negeri 01 Kabupaten Lebak, Banten, Rabu 21 Oktober 2026.
Silaturahmi tersebut dilakukan untuk menyapa para siswa dan tenaga pendidik, sekaligus melihat secara langsung suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) serta kondisi sarana penunjang pendidikan khusus di sekolah tersebut.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Lebak, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikan yang setara dan berkualitas. Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat belajar, sekaligus mengapresiasi dedikasi para guru yang luar biasa," ujar Muammar di lokasi.
Baca Juga:
11 Peserta Asal Lebak Siap Magang ke Jepang, 11 Lainnya Persiapan Ujian UlangMenurut Muammar, pemenuhan pendidikan berkualitas bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya soal akses, tetapi juga menyangkut kelayakan fasilitas, metode pembelajaran yang adaptif, serta dukungan penuh bagi para tenaga pendidik.
Dalam silaturahmi itu, suasana hangat terlihat saat Muammar berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia berdialog ringan untuk membangkitkan rasa percaya diri dan semangat belajar peserta didik.
Selain menyapa siswa, Muammar juga berdiskusi santai dengan jajaran guru dan pengelola sekolah untuk mendengarkan cerita serta masukan terkait penyelenggaraan pendidikan khusus bagi anak-anak di Lebak.
Muammar menilai, masukan dari para guru di lapangan sangat berharga sebagai bahan koordinasi dan komunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait, mengingat pengelolaan sekolah khusus berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
Baca Juga:
DiskominfoSP Lebak Gandeng BPKP, Perkuat Diseminasi Pencegahan Korupsi Lewat Media SosialKegiatan silaturahmi ditutup dengan sesi foto bersama antara Muammar dengan para siswa, guru, dan staf pendamping sekolah.
Ia berharap, perhatian terhadap pendidikan inklusif terus ditingkatkan sehingga anak-anak berkebutuhan khusus di Lebak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dengan optimal. (*)