KETIK, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka Studentpreneur Bootcamp Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) pada Jumat, 17 Juli 2026. Bertempat di GKB IV Lantai 9 Kampus UMM, acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia. 

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang strategis untuk memacu inovasi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Agenda ini diikuti oleh puluhan mahasiswa aktif dari berbagai kampus Muhammadiyah di Indonesia yang kini tengah merintis jalan sebagai entrepreneur. Para peserta diarahkan untuk mengoptimalkan potensi usaha dengan tetap memperhatikan kelangsungan hidup serta kelestarian alam demi kemaslahatan manusia.

​Selain itu, dengan berlandaskan nilai-nilai Kemuhammadiyahan, para wirausaha muda ini dibimbing agar senantiasa mengintegrasikan ajaran Islam dalam aktivitas bisnis mereka. Nilai-nilai inilah yang diharapkan melahirkan sosok entrepreneur yang berbeda dan berakhlak mulia.

​Ketua MCEBI, Dr. Endang Rudiatin, M.Si., mengungkapkan bahwa kehadiran Menteri Pertanian menjadi momentum penting untuk bersinergi dalam mendukung program Astacita, khususnya terkait ketahanan dan keamanan pangan.

Baca Juga:
Cetak Generasi Wirausaha, MCEBI Hadirkan Bootcamp

​Setiap tahunnya, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) turut mengawal program Studentpreneur Bootcamp untuk mengedukasi dan mensosialisasikan keamanan pangan. Hingga saat ini, program tersebut telah mencetak sekitar 200 alumni.

"Ini akan kita lanjutkan terus. Karena itu, kepentingan kami mengundang Bapak Menteri untuk hadir di dalam acara Studentpreneur Bootcamp ini adalah supaya kita bisa saling bersinergi. Kami juga para dosen maupun para juri, mentor, maupun para peserta, ini ikut mendukung program Astacita Bapak Presiden, terutama di bidang ketahanan dan keamanan pangan," ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kebangsaan kampus dalam melahirkan generasi muda yang berani berjuang di ranah wirausaha. Ia juga menyampaikan bahwa UMM terus mendalami riset di sektor pertanian dan pangan, hingga hilirisasi menjadi produk bernilai guna.

"Paling penting adalah meneguhkan komitmen kebangsaan kita untuk melahirkan anak-anak baru, berjuang-berjuang di bidang entrepreneur," tutur Prof. Nazaruddin.

Baca Juga:
Kota Malang Ajukan Lagi Rehabilitasi Jalan Rajasa, Bidik Dana IJD Rp7 Miliar

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuan berwirausahanya, tetapi juga didorong untuk menciptakan inovasi dari hasil alam agar menjadi produk bernilai jual tinggi. Sebagai kampus inovasi mandiri, UMM berkomitmen terus mengoptimalkan potensi generasi muda agar melahirkan beragam inovasi yang memukau.

​Tak hanya di UMM, program Studentpreneur Bootcamp ditargetkan mampu mencetak generasi muda kreatif berjiwa wirausaha di seluruh jaringan kampus Muhammadiyah. Program inkubasi bisnis ini akan terus dijalankan secara berkelanjutan dengan prinsip menjaga kelestarian lingkungan.

"Melalui program-program inkubasi di bidang usaha yang terus akan kami jalankan di seluruh kampus Muhammadiyah di Indonesia ini," jelas Prof. Nazaruddin.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menyampaikan bahwa karakter adalah kunci utama bagi seorang pengusaha. Dengan karakter yang kuat, siapapun bisa menjadi figur yang hebat. Sebaliknya, kehilangan karakter sama saja dengan kehilangan segalanya.

"Kalau kamu kehilangan uang, itu kehilangan sesuatu, tapi kalau kamu kehilangan karakter, kamu kehilangan yang sebenarnya," tuturnya.

​Ia juga memotivasi para mahasiswa bahwa tekanan kerja yang berat justru membentuk seseorang menjadi layaknya berlian. Karena itu, generasi muda diharapkan belajar dan bekerja lebih keras demi menjemput masa depan yang lebih cerah.

"Dan anak-anak yang masih muda ini, cantik, ganteng. Hari ini, kalau anda tidak belajar keras, 15 tahun nanti akan menderita. Kamu dijemput penderitaan, nanti setelah 15 tahun. Pilihannya, gak ada yang lain. Hari ini, hura-hura, tunggu penderitaan. Hari ini, kerja keras, tunggu kebahagiaan 15 tahun kemudian," tegasnya. (*)