KETIK, SURABAYA – Panas terik disertai hawa lembab di Surabaya tak membuat 59 jemaah menyerah untuk melakukan manasik di Asrama Haji Surabaya. Sebaliknya mereka tampak fokus memperhatikan penjelasan dari pembimbingnya.

Mereka memperhatikan satu per satu arahan dari pemimpin Kelompok Ibadah Haji (KBIH), seperti cara tawaf mengelilingi Ka'bah, sa'i hingga mempelajari tata cara ibadah secara langsung.

Pembimbing KBIH Hudallilmuttaqin Surabaya, Aminuddin, mengatakan praktik langsung manasik sangat penting. Harapannya jemaah calon haji (JCH) dapat merasakan langsung, apa saja yang dilakukan di Tanah Suci nanti.

"Selama ini kami sudah memberikan materi manasik di dalam ruangan, dan sekarang kami praktikkan langsung di lapangan agar jemaah lebih memahami," katanya pada Senin 13 April 2026.

Praktik lapangan, kata Amin merupakan lanjutan dari materi keseluruhan materi manasik. Pihak KBIH, sebelum mengajak jemaah ke Asrama Haji, telah memberikan pelatihan secara teori di dalam ruangan.

Baca Juga:
Transformasi Haji 2026 Dinilai Lebih Baik, Kemenhaj Pastikan Haji Berikutnya Lebih Profesional

"Dengan adanya simulasi ini, jamaah diharapkan lebih siap dan tidak kebingungan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci nanti," lanjutnya.

Ia menerangkan, KBIH-nya pada tahun 2026 ini memberangkatkan 59 jemaah haji. Jumlah itu, kata Amin sebagian besar merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Kendati demikian ia memastikan kondisi fisik para lansia itu masih bugar.

Ia tetap mengingatkan para jemaah untuk terus menjaga kesehatan dan kesiapan mental agar ibadah dapat berjalan lancar. (*)

Baca Juga:
Gubernur Khofifah: Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Dioperasikan Mulai 2027, Layani Jemaah Haji asal 15 Daerah di Jatim