KETIK, MALANG – Upaya pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang telah memasuki hari keenam pada Senin, 26 Oktober 2026. Hujan gerimis yang turun pada hari Sabtu dan Minggu kemarin dinilai belum mampu memadamkan titik panas (hotspot) akibat kebakaran di TPA Supit Urang.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan menjelaskan petugas telah melakukan pengurangan jumlah titik panas dengan teknik injeksi. Termasuk mengurai timbunan sampah dengan ekskavator dan buldoser dengan harapan mempercepat penemuan titik panas.
"Untuk efektivitas hujan dalam menurunkan jumlah hotspot atau titik panas ini belum signifikan karena hujan masih dalam intensitas yang kecil, gerimis kecil," ujar Pandu.
Tak hanya itu, durasi turunnya hujan pun masih cenderung singkat dalam dua hari kemarin. Hal tersebut menyebabkan peresapan ke dalam tumpukan sampah masih belum optimal.
"Durasi waktu yang masih singkat sehingga air hujan ini belum mampu untuk meresap dan menjangkau titik-titik panas yang ada di kedalaman permukaan tanah," lanjutnya.
Baca Juga:
Kebakaran TPA Supit Urang Masuk Hari Kelima, Nasib Adipura Kota Malang Dipertaruhkan!Kendati demikian, turunnya hujan banyak membantu petugas yang masih terus berjibaku untuk memastikan TPA Supit Urang tidak kembali terbakar. Pandu juga menyebut bahwa hujan telah membantu membersihkan udara dari partikel debu dampak kebakaran.
"Untuk hujan yang terjadi selama dua hari kemarin, ini sedikit banyak membantu petugas khususnya untuk membersihkan udara dari partikel-partikel debu dan kotoran akibat residu pembakaran," katanya.
Hingga saat ini petugas masih terus melakukan pembasahan di TPA Supit Urang. Pandu juga berharap agar hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat mengguyur Kota Malang agar titik panas dapat segera padam.
"Harapannya hari ini bisa turun hujan dengan intensitas yang sedang hingga lebat dengan durasi waktu cukup panjang. Ini supaya memastikan air hujan dapat meresap dan menggenangi hotspot yang ada dalam kedalaman permukaan tanah agar lebih mempercepat proses pemadaman," pungkasnya.(*)