KETIK, PROBOLINGGO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Kelompok 172 menggelar kegiatan pendampingan Posyandu dan edukasi enam langkah cuci tangan yang benar di Dusun Krajan 4 RT 013 RW 004, Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis, 9 Juli 2026.

Kegiatan yang diikuti 34 balita beserta para ibu tersebut merupakan program kerja pertama kelompok KKN yang mengusung tema Kesehatan Lingkungan, Stunting dan UMKM selama masa pengabdian pada 17 Juni hingga 23 Juli 2026.

Kelompok KKN 172 yang beranggotakan 18 mahasiswa menjadikan sektor kesehatan lingkungan sebagai salah satu fokus utama pengabdian kepada masyarakat.

Program pendampingan Posyandu dan edukasi enam langkah cuci tangan yang benar digagas setelah mahasiswa melihat masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini.

Baca Juga:
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng UNEJ, Mahasiswa Magang dan KKN Kini Dapat Perlindungan JKK dan JKM

Peserta posyandu bermain puzzle mengenai tata cara cuci tangan yang benar pada hari Kamis, 9 Juli 2026. (Foto: KKN I72 UINSA For Ketik.com)

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Posyandu yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan serta pemantauan tumbuh kembang balita. Dalam pelaksanaannya, sebagian mahasiswa KKN turut membantu kader Posyandu agar seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar.

Usai kegiatan Posyandu, mahasiswa melanjutkan program edukasi bertema Enam Langkah Cuci Tangan Yang Benar. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh balita maupun para ibu yang hadir.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mahasiswa mengemas materi dalam bentuk permainan puzzle edukatif dengan pemberian hadiah (reward) kepada peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan praktik langsung enam langkah mencuci tangan yang benar sebagai bentuk penerapan materi yang telah disampaikan.

Baca Juga:
Dipadati Calon Santri Baru, Pondok Pesantren Nurul Jadid Tetap Jadi Pilihan Ribuan Orang Tua

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang warga Desa Condong, Khatijah yang merupakan ibu peserta Posyandu, mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak karena menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan.

“Ya berguna, biar anak-anak itu tahu tentang tata cara untuk bercuci tangan yang benar. Bisa dapat pengalaman juga buat anak-anak,” ujarnya saat diwawancarai ketik.com pada Kamis, 9 Juli 2026.

Saat ditanya mengenai pelaksanaan kegiatan KKN di desanya, Ibu Khatijah mengatakan edukasi seperti ini baru pertama kali diadakan. Ia pun menyampaikan harapannya kepada mahasiswa KKN agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

’’ Semoga ke depannya bisa sukses, menjadi ilmu yang barokah dan bermanfaat,” tuturnya.

Praktik mencuci tangan dengan benar didampingi Mahasiswa KKN 172 UINSA pada hari Kamis, 9 Juli 2026. (Foto: KKN I72 UINSA For Ketik.com)

Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN Kelompok 172 asal Cirebon, Fadlel Muhammad, mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program edukasi kesehatan tersebut.

"Saya sangat senang sekali dengan adanya edukasi seperti ini. Jadi sebagai mahasiswa Kuliah Kerja Nyata kita juga bukan hanya sekadar belajar mengajar, tapi juga sebagai pengabdian mahasiswa. Kita membuktikan bahwa Mahasiswa datang bukan hanya membawa ilmu, tapi juga datang dengan membawa harapan-harapan masyarakat yang sudah kita ajarkan dalam edukasi ini," ungkapnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UINSA Kelompok 172 berharap edukasi sederhana mengenai kebersihan diri dapat menjadi kebiasaan positif bagi anak-anak sejak dini. Sinergi antara mahasiswa, kader Posyandu, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta meningkatkan kualitas hidup warga Desa Condong secara berkelanjutan.(*)