KETIK, MALANG – LADEC Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang membuka rekrutmen anggota baru untuk periode 2026–2027. Kegiatan bertajuk Open Recruitment Dialektika Cendekia 2026 ini digelar di teras Gedung D, Kampus 1 UIN Malang, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Mengusung tema “Berpikir Kritis, Berkarya Nyata”, kegiatan ini diikuti 82 peserta yang sebelumnya telah melewati tahap seleksi wawancara.

Acara pembukaan dihadiri Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H.; pendiri LADEC, Meisy Fajarani, S.H., M.H.; serta seluruh panitia rekrutmen.

Miftahul Huda mengapresiasi pelaksanaan kegiatan di teras Gedung D. Menurutnya, penggunaan lokasi tersebut memberikan suasana berbeda karena kegiatan mahasiswa biasanya berlangsung di aula.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat. LADEC menjadi wadah untuk melahirkan debater yang berprestasi, baik di tingkat regional maupun nasional, sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepercayaan diri mahasiswa," ujar Miftah.

Baca Juga:
Workshop Wicara Publik BSS Malang, Dosen UIN Malang Bekali Siswa Teknik Presentasi dan Moderasi

Ia menegaskan bahwa debat bukan sekadar adu lantang berbicara, melainkan kemampuan menyampaikan argumentasi yang kuat, didukung data yang baik, serta keterbukaan terhadap perbedaan pandangan.

"Saya ingin menekankan bahwa debat bukan tentang siapa yang paling keras berbicara, melainkan siapa yang paling kuat argumentasinya, paling baik datanya, dan paling terbuka pikirannya. Dalam debat, kita belajar berbicara sekaligus mendengarkan, mempertahankan pendapat sekaligus menghargai perbedaan," imbuhnya.

Miftah juga berpesan agar calon anggota mengikuti seluruh tahapan rekrutmen dengan sungguh-sungguh, mulai dari awal hingga sidang kelulusan yang dijadwalkan pada 8 November 2026.

Ia mengingatkan peserta agar tidak takut melakukan kesalahan, berbeda pendapat, maupun terus belajar. Menurutnya, kemampuan tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui latihan, kedisiplinan, dan konsistensi.

Baca Juga:
Luluskan 734 Mahasiswa, Unikama Gelar Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

"Mari kita jadikan LADEC sebagai kebanggaan Fakultas Syariah, tempat lahirnya mahasiswa yang cerdas, kritis, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tegas Miftah.

Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Syariah, Dr H.Miftahul Huda,SHI.,M.H. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

Sementara itu, pendiri LADEC, Meisy Fajarani, menyampaikan materi dalam sesi seremonial rekrutmen. Ia memaparkan sejarah berdirinya LADEC, termasuk latar belakang penamaan komunitas debat hukum tersebut, serta berbagai pencapaian yang telah diraih untuk Fakultas Syariah UIN Malang.

"LADEC sejak dibentuk tidak begitu menonjolkan kuantitas, tetapi kualitas. Di LADEC, anak-anak akan digembleng dan diajarkan public speaking serta menulis karya ilmiah secara profesional. Mereka juga diarahkan untuk mengikuti perlombaan," ungkapnya.

Meisy juga menekankan bahwa seorang debater tidak cukup hanya menguasai argumentasi dan penulisan. Penampilan, termasuk cara berpakaian yang elegan, juga perlu diperhatikan karena menjadi salah satu hal pertama yang dilihat orang lain sebelum seseorang berbicara.

Ia turut membagikan perjalanan prestasinya sejak 2017 hingga sekarang. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah keberhasilan tim debat Fakultas Syariah UIN Malang meraih gelar juara umum tingkat nasional pada 2025 dalam kompetisi yang digelar di Tangerang Selatan. Kompetisi tersebut diikuti perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan perguruan tinggi negeri (PTN) dari berbagai daerah di Indonesia.

Calon anggota LADEC Fakultas Syariah. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

Kisah dan pencapaian tersebut diharapkan dapat memotivasi calon anggota untuk melanjutkan prestasi yang telah diraih para senior.

Melalui rekrutmen ini, LADEC diharapkan mampu menjaring mahasiswa yang bersemangat belajar, berpikir kritis, dan berani menyampaikan gagasan secara argumentatif. Kehadiran anggota baru juga diharapkan memperkuat budaya dialektika serta mengembangkan tradisi akademik di lingkungan Fakultas Syariah UIN Malang. (*)