KETIK, MALANG – Universitas Borneo Tarakan (UBT) melaksanakan kunjungan studi ke Universitas Negeri Malang (UM), pada Jumat, 4 Agustus 2026. UBT mempelajari strategi UM dalam mengembangkan perguruan tinggi, khususnya penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan penerapan Cascading Indikator Kinerja Utama (IKU).
Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan instansi pendidikan dengan mengikuti perkembangan zaman. Transformasi kelembagaan menjadi salah satu kunci perguruan tinggi dalam memperkuat daya saing dan menghadapi tuntutan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Rombongan UBT dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Rukisah Saleh, S.Pi., M.P., Ph.D., dan disambut Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., beserta jajaran. Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan perguruan tinggi sekaligus memperkuat kemitraan yang telah terjalin antara kedua institusi.
Prof. Munjin memaparkan historis perjalanan transformasi UM sejak ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada 2021. Status yang berubah ini menjadi dorongan untuk UM mengembangkan lembaga yang lebih adaptif dengan menguatkan riset dan kerja sama strategis sebagai bagian penting dari perkembangan institusi.
“UM memiliki hubungan kerja sama yang panjang dengan UBT. Melalui pertemuan ini, kami berharap sinergi yang telah terbangun lama dapat semakin kuat, terutama berbagi pengalaman untuk perkembangan pengelolaan perguruan tinggi,” ujar Prof. Munjin.
Baca Juga:
Rayakan Hari Jadi Ke-13, Hotel THE 1O1 Malang OJ Gelar CSR Kegiatan Kepedulian Sosial dan LingkunganDalam teknis perencanaan, UM membagikan pengalaman dalam menyusun RIP 2022–2024 yang berisikan sejumlah tahapan pengembangan, mulai dari konsolidasi, transformasi, hingga stabilisasi. Tahapan-tahapan ini dilengkapi target dan indikator yang menjadi acuan bagi unit kerja dalam menjalankan program pengembangan institusi.
Untuk memastikan target tersebut diterjemahkan secara selaras hingga tingkat unit, UM menerapkan mekanisme cascading IKU secara terintegrasi.
Target IKU universitas telah diturunkan ke tingkat fakultas hingga departemen dan diperkuat melalui Indikator Kinerja Tambahan (IKT). Dengan mekanisme tersebut, program kerja setiap unit tetap berada dalam satu arah strategis dengan kebijakan universitas.
Selain tata kelola, UM turut membagikan pengalaman dalam mengembangkan orientasi kelembagaan dari Teaching University menuju Research University. Arah tersebut diperkuat melalui tagline “Excellent in Learning Innovation” dan kebijakan penguatan indikator berbasis riset yang mencapai 60 persen.
Baca Juga:
Kreatif! Perajin Kaca Patri di Malang Ubah Lubang Jalan Jadi Karya MosaikPertukaran pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada UBT mengenai bagaimana arah strategis perguruan tinggi dapat diterjemahkan ke dalam perencanaan, indikator kinerja, hingga program kerja pada setiap jenjang organisasi.
Diskusi juga menjadi ruang untuk melihat peluang pengembangan kerja sama kedua institusi di bidang akademik, riset, dan pengelolaan perguruan tinggi.
Melalui kunjungan studi tersebut, UM turut berkontribusi dalam penguatan kapasitas tata kelola perguruan tinggi dengan berbagi praktik dan pengalaman kelembagaan.
Kolaborasi kedua kampus ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan mutu tata kelola pendidikan tinggi serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi antarlembaga.(*)