KETIK, SIDOARJO – KONI Sidoarjo mencatat sejarah baru. Melewati berbagai dinamika kepengurusan dan prestasi, KONI Sidoarjo mendaulat M. Rafi Wibisono sebagai jawaban atas beragam problematika organisasi olahraga tersebut dalam 1 tahun terakhir. Rabu (26 Agustus 2026), Rafi Wibisono dipilih secara aklamasi dalam Musorkablub 2026 di GOR Delta Sidoarjo. Ini saatnya generasi muda berkarya.
Indonesia Raya berkumandang. Mars KONI pun dilantunkan lantang. Jajaran pengurus KONI Sidoarjo, ketua-ketua cabang olahraga (cabor), dan pimpinan KONI Jatim berdiri dengan bersemangat. Pembukaan Musorkablub digadang-gadang menjadi pintu gerbang cerah bagi prestasi atlet-atlet Sidoarjo. Ketua umum baru bakal lahir dari forum ini.
Rafi Wibisono berangkat ke arena Musorkablub 2026 dengan mengantongi dukungan 36 cabang olahraga (cabor). Seluruh dukungan itu telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan. Valid.
“Alhamdulillah tahapan-tahapan sudah kita lalui semua. Dari persyaratan sudah kita penuhi. Dari total dukungan kita mendapatkan 36 dukungan dan seluruhnya memenuhi syarat,” ungkap pengusaha muda bidang properti itu sebelum pemilihan.
Namun, langkah pemuda 25 tahun itu tidak benar-benar mulus. Ada pesaing yang siap maju menantangnya "berduel" di gelangggang Musorkablub 2026. Namanya Siswaji Abidin. Pensiunan pejabat dan pengurus senior KONI tersebut mendaftarkan 21 dukungan cabor. Lebih dari syarat minimal untuk daftar menjadi ketua umum: 20 cabor.
Baca Juga:
Bupati Subandi Buka Misi Besar Kembangkan Kawasan Industri JabonSayangnya, langkah Pak Sis, sapaannya, kandas sebelum pemilihan. Bahkan, tak sampai pengesahan calon. Dia gugur. Beberapa dukungan cabor yang sebelumnya didaftarkan ternyata mencabut dukungan. Balik kanan. Tiket Siswaji cuma tersisa 15 dukungan cabor. Langkahnya kandas.
Informasi liar muncul. Beberapa ketua cabor mengaku dikecoh. Ada yang mengembuskan isu bahwa Rafi Wibisono tidak akan mencalonkan diri dalam Musorkablub 2026. Ada orang lain yang berniat memanfaatkan namanya untuk menggalang dukungan bagi dirinya sendiri. Nama Rafi Wibisono hendak dicatut.
"Daripada memilih dia dan bukan Kaji Rafi, lebih baik Pak Sis saja yang sudah lama mengabdi di KONi," ujar salah seorang sumber di kepengurusan KONI Sidoarjo. Dia bukan tidak menerima Rafi Wibisono, melainkan ingin calon ketua umum KONI Sidoarjo benar-benar sudah teruji.
Isu tersebut lantas ditunggangi untuk mengusung nama orang lain. Belakangan muncul nama Siswaji Abidin. Banyak yang terpengaruh informasi yang tidak terklarifikasi itu. Puluhan cabor terseret. Ketika Rafi Wibisono pada Sabtu (22 Agustus 2026) resmi mendaftar calon ketua umum KONI Sidoarjo, mereka kaget.
Baca Juga:
Sekda Fenny Dirotasi ke Asisten, Bupati Subandi: Tidak Ada Istilah Senang atau Tidak SenangBaliklah kemudian kembali ke jalur komitmen bersama Rafi Wibisono. Mereka memutuskan beramai-ramai menyokong anggota DPRD Sidoarjo tersebut. Harapan mereka terang benderang.
Rafi Wibisono masih mudah. Bujangan. Pengusaha. Hobi olahraga. Anggota DPRD Sidoarjo yang punya lobi untuk anggaran. Yang tidak kalah penting, pemuda berambut klimis itu juga putra Bupati Sidoarjo Subandi. Cabor-cabor yakin semua potensi itu adalah modal kuat untuk membangun dunia olahraga di Kabupaten Sidoarjo. Lebih-lebih, Rafi Wibisono ini santun. Tutur katanya halus kepada para senior.
"Kalau prinsip saya, Yang Muda Yang Berkarya. Potensi anak muda harus kita dukung," seru Yusuf Santriyono, ketua Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia).
Pria yang berstatus wasit catur internasional itu menyebut tiga hal yang harus dikejar KONI Sidoarjo. Yaitu, kaderisasi, pembinaan berjenjang, dan apresiasi prestasi.
“Saya sangat mendukung majunya Mas Rafi Wibisono. Dengan berbagai dukungan, insya Allah. Saya optimistis olahraga di Sidoarjo lebih maju," tegas Yusuf yang sudah melahirkan banyak atlet catur berprestasi ini.
Beberapa jam saja setelah pembukaan, para ketua cabor sebagai pemilik suara Musorkablub 2026, memutuskan mendukung Rafi Wibisono sebagai ketua umum KONI Sidoarjo. Aklamasi.
Rafi Wibisono sebelumnya juga telah dipanggil oleh Wakil Ketua KONI Jatim Zainal Arifin dan Sekretaris KONI Jatim Akmal Budianto. Mereka bertemu di sebuah ruangan. Cukup lama. Sebelum penetapan sebagai ketua umum terpilih KONI Sidoarjo.
Setelah resmi dinyatakan terpilih, Rafi Wibisono pun menyampaikan sambutan pertamanya. Dia mengajak generasi muda Sidoarjo tidak hanya menjadi pelengkap atau puas dianggap sebagai pelengkap. Generasi muda punya peran besar untuk memajukan Kabupaten Sidoarjo. Termasuk, mencetak prestasi-prestasi bagi Sidoarjo ke depan.
"Generasi muda bukanlah pelengkap. Generasi muda adalah investasi untuk masa depan," ungkap Rafi Wibisono.
Dia tampil dengan membawa gagasan besar: “Atlet Unggul, Sidoarjo Juara”. Dia ingin prestasi olahraga tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari kuatnya pembinaan dan masa depan atlet.
Sebagai langkah awal, dia siap mengumpulkan seluruh cabor. Forum Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dia ingin mendengarkan suara dari seluruh cabor. Keluhan, harapan, gagasan, dan sebagainya. Dengan RDP, Rafi Wibisono ingin menyerap persoalan yang selama ini dihadapi masing-masing cabor. Solusi apa yang bisa ditempuh.
“Kita akan berkumpul dengan seluruh cabor untuk menyerap pendapat. Apa kekurangan di setiap cabor, itu yang akan kita cari solusinya. Ini bagian dari persiapan kita menuju Porprov 2027,” kata Rafi Wibisono.
Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 menjadi prioritas. Sisa waktu sekitar 1 tahun harus dimanfaatkan untuk membangun kekuatan Sidoarjo.
"Kita akan manfaatkan untuk menyeleksi dan mempersiapkan atlet-atlet potensial yang siap diterjunkan di Porprov Jatim 2027,” ungkapnya.
Rafi Wibisono menyatakan belum berencana melakukan perubahan besar dalam struktur kepengurusan. Evaluasi akan dilakukan secara bertahap setelah kepengurusan mulai berjalan.
Bagi Rafi, Porprov 2027 bukan sekadar target medali. Ajang tersebut menjadi momentum menguji hasil pembinaan sekaligus membangun fondasi olahraga Sidoarjo yang lebih kuat. Target akhirnya, Sidoarjo berhasil melahirkan atlet berprestasi yang mampu membawa nama Sidoarjo semakin diperhitungkan. Atlet Unggul, Sidoarjo Juara. (*)