KETIK, JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI memperbarui kerja sama untuk memperkuat wawasan kebangsaan wartawan. Kolaborasi ini mencakup pendidikan kepemimpinan, pemantapan nilai-nilai kebangsaan, pertukaran informasi dan narasumber, serta penyelenggaraan kegiatan ilmiah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ketua Umum PWI Akhmad Munir menyambut baik pembaruan kerja sama tersebut. Menurut dia, kedua lembaga telah menjalin kolaborasi dalam waktu lama, terutama melalui berbagai program pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan.
"Kami menyambut baik MoU antara PWI dengan Lemhannas. Kerja sama ini adalah pembaruan karena sebelumnya antara PWI dengan Lemhannas sudah terjalin kerja sama yang cukup lama," kata Akhmad Munir seusai penandatanganan nota kesepahaman.
Ia menjelaskan, anggota PWI di tingkat pusat maupun daerah telah mengikuti sejumlah program Lemhannas, termasuk pendidikan wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara yang berlangsung selama tiga hingga enam bulan.
Baca Juga:
Lemhannas Ingatkan Ancaman Perang Kognitif di Era AIAkhmad Munir menegaskan, PWI akan melanjutkan kolaborasi tersebut karena ketahanan nasional menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi hingga dinamika geopolitik.
"Kami tentu akan terus melakukan kolaborasi ini karena kami sadar betul bahwa tantangan terhadap ketahanan negara itu harus terus dijaga," ujarnya.
Menurut Akhmad Munir, wartawan dan komunitas pers perlu memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan. Pers memiliki peran strategis karena menghasilkan dan menyebarkan informasi yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional.
"Khususnya oleh wartawan, komunitas pers agar penguatan terhadap nilai-nilai kebangsaannya harus terus dikuatkan, bahkan harus terus ditularkan kepada masyarakat," katanya.
Baca Juga:
Usai Lulus OKK, 10 Wartawan Pasbar Terima KTA PWIIa juga mengingatkan wartawan agar menghasilkan pemberitaan yang tetap berlandaskan prinsip jurnalistik, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan merawat keberagaman bangsa.
"Kita bekerja dalam koridor jurnalisme, di mana memproduksi dan mendistribusi berita. Sehingga berita-berita yang kita produksi, berita-berita yang kita siarkan itu tetap menjaga NKRI, nilai-nilai kebangsaan, dan merawat kebinekaan, keragaman bangsa Indonesia ini agar betul-betul menjadi bangsa yang tahan dan kuat," tuturnya.
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa ketahanan nasional bukan hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan demografi. Ia menilai seluruh komponen bangsa perlu berkolaborasi untuk menghadapi tantangan yang terus berkembang.
Ace juga mengingatkan munculnya ancaman nonmiliter, termasuk perang kognitif yang dapat memengaruhi pola pikir masyarakat melalui perkembangan kecerdasan buatan dan algoritma penyebaran informasi.
Kerja sama PWI dan Lemhannas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas wartawan dalam memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat kontribusi pers dalam menjaga persatuan dan ketahanan nasional. (*)