KETIK, PASURUAN – Sebuah ruang kosong terbengkalai di halaman belakang SMAN 1 Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, kini berubah menjadi tempat lahirnya berbagai gagasan, cerita, dan informasi inspiratif. Ruang yang sebelumnya merupakan rumah penjaga malam sekolah itu disulap menjadi studio Podcast Jendela SMAGONTA yang nyaman dan menarik melalui inovasi yang digagas Wawan Pramunadi, M.Pd., Kepala SMAN 1 Gondangwetan periode 2024 hingga awal 2026.
Gagasan tersebut berawal dari kepekaan Wawan terhadap sejumlah ruang yang belum dimanfaatkan secara optimal di lingkungan sekolah. Ia melihat peluang untuk menjadikannya tempat produktif yang dapat mendukung perkembangan kreativitas dan literasi digital warga sekolah.
Transformasi bangunan lama menjadi studio podcast menyimpan cerita tersendiri. Perubahan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari pembangunan fasilitas baru yang mahal. Kreativitas dalam melihat potensi lingkungan sekolah dapat melahirkan fasilitas pembelajaran yang memiliki nilai edukatif sekaligus komunikatif.
Studio Podcast Jendela SMAGONTA kemudian menjadi wadah yang mempertemukan berbagai unsur sekolah. Guru, siswa, tenaga kependidikan, alumni, maupun narasumber dari luar sekolah dapat hadir untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, gagasan, dan inspirasi.
Nama “Jendela SMAGONTA” sendiri memiliki makna simbolis. Jendela menjadi gambaran sebuah ruang yang memungkinkan seseorang melihat dunia lebih luas. Demikian pula podcast sekolah ini diharapkan menjadi jendela yang membuka wawasan warga SMAGONTA terhadap berbagai informasi, pengalaman, kreativitas, dan perkembangan dunia di luar lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Dari Ide Menjadi Identitas, Kisah Kreatif Dibalik Nama Produk DT Pastry Bakery SMAGONTA PasuruanWawan Pramunadi, M.Pd., mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda memperoleh dan menyampaikan informasi. Oleh karena itu, perlu memberikan ruang bagi siswa untuk belajar berkomunikasi, membuat konten, menyaring informasi, serta menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton atau konsumen konten digital. Mereka juga harus belajar menjadi kreator yang mampu menghasilkan konten yang edukatif, inspiratif, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Podcast bukan sekadar aktivitas publikasi sekolah. Podcast Jendela SMAGONTA diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran dan komunikasi sekolah yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana penguatan karakter dan kompetensi siswa.
Dalam perkembangannya, Podcast Jendela SMAGONTA dapat menjadi wadah untuk mengangkat berbagai cerita yang tumbuh di lingkungan sekolah. Prestasi siswa, inovasi guru, program sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, karya siswa, hingga pengalaman alumni dapat dikemas menjadi cerita yang menarik dan mudah diakses masyarakat.
Baca Juga:
Demokrasi Digital di SMAN 1 Gondangwetan: Sukses Gelar Pemilihan OSIS Masa Bhakti 2026–2027 secara OnlineKehadiran podcast juga memperkuat identitas SMAN 1 Gondangwetan sebagai sekolah yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan.
Studio podcast tersebut bukan sekadar tempat produksi konten. Keberadaannya menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap fasilitas sekolah, bahwa ruang yang pernah dianggap tidak terpakai pun dapat dihidupkan kembali menjadi tempat pembelajaran yang kreatif.
Meskipun gagasan awal Podcast Jendela SMAGONTA lahir pada masa kepemimpinan Wawan Pramunadi, M.Pd., keberadaannya dapat terus dikembangkan oleh generasi berikutnya. Sebuah inovasi pendidikan akan memiliki makna lebih besar ketika tidak berhenti pada sosok penggagasnya, tetapi menjadi budaya yang terus dirawat dan dikembangkan.