KETIK, PEKANBARU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  memaparkan kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif.

Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Provinsi Jawa Timur juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen dan memberikan kontribusi 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.

Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen dan pertanian 10,51 persen.

Di sektor perdagangan, sepanjang 2025 Jawa Timur membukukan surplus neraca perdagangan sebesar Rp210,1 triliun dan berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026 dengan surplus Rp54,25 triliun.

Baca Juga:
Misi Dagang Rutin Dilakukan Pemprov Jatim! Ternyata ini Alasan Gubernur Khofifah dan Besarnya Manfaat Perkuat Fondasi Ekonomi

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun.

Sementara itu, khusus dengan Provinsi Riau, nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp9,43 triliun, terdiri atas pembelian Jawa Timur dari Riau sebesar Rp9,17 triliun dan penjualan Jawa Timur ke Riau sebesar Rp257,36 miliar, sehingga neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Riau masih mengalami defisit Rp8,91 triliun.

"Kondisi ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi Jawa Timur dan Riau sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang," katanya. (*)

Baca Juga:
Misi Dagang Jatim 2026 Hasilkan Nilai Transaksional Fantastis! Begini Reaksi Sekdaprov Riau