KETIK, JAKARTA – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat. Iran mengklaim tujuh kapal tanker minyak diserang dan mengalami kerusakan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Insiden ini disebut menjadi jumlah serangan terbanyak dalam satu hari sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai perang terhadap Iran pada 28 Februari.
Dilansir dari Aljazeera pada Jumat, 23 Oktober 2026 dijelaskan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyampaikan tujuh kapal yang dilaporkan terdampak, empat di antaranya disebut sedang melakukan pemindahan minyak ketika diserang hingga terbakar pada malam hari.
Sementara itu, tiga kapal lainnya dilaporkan tidak dapat beroperasi setelah menabrak ranjau laut.
Di tengah situasi tersebut, IRGC melontarkan peringatan keras kepada Washington. Iran mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah jika militer Amerika terus membantu kapal tanker melintasi bagian lain Selat Hormuz.
Baca Juga:
16 Tahun usai Bunuh 13 Tentara AS, Eksekusi Mati Nidal Hasan Digelar Secara Live Streaming“Militer AS harus mengetahui bahwa jika situasi ini terus berlanjut, konflik akan meluas hingga ke pangkalan-pangkalan mereka di kawasan tersebut,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip dari situs Sepah News.
“Ini adalah peringatan serius,” lanjut pernyataan tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sebelum perang pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati perairan yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.
Karena itu, setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi energi global.
Baca Juga:
Iran Enggan Setop Program Nuklir, Siap Hadapi AS tetapi Buka Peluang NegosiasiIran mengklaim memiliki kendali atas Selat Hormuz dan secara rutin menyerang kapal-kapal yang berusaha melintas tanpa izin dari pihaknya.
Di sisi lain, militer AS meningkatkan pengawalan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.
Kondisi inilah yang membuat Selat Hormuz semakin menjadi pusat ketegangan antara kedua negara. (*)