KETIK, KEDIRI – Keluarga besar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban kecelakaan antara KA Logawa dan sebuah truk di perlintasan sebidang Kabupaten Nganjuk. Insiden yang terjadi di JPL 103 KM 126+428 petak jalan Bagor–Saradan pada Kamis, 9 Juli 2026 itu menyebabkan sopir truk meninggal dunia dan seorang pengguna jalan lainnya mengalami luka berat.
Sebagai bentuk empati, jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun mendatangi rumah duka di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat, 10 Juli 2026. Kunjungan tersebut dipimpin Vice President Daop 7 Madiun Ali Afandi bersama Deputy Alam Prasetyo dan sejumlah pejabat lainnya.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kehadiran pihaknya bukan sekadar menjalankan tugas perusahaan, melainkan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.
"Kehadiran kami hari ini bukan sekadar menjalankan tugas perusahaan, tetapi sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka yang dialami keluarga. Tidak ada kata yang mampu menghapus rasa kehilangan, namun kami berharap kehadiran kami dapat menjadi penguat bahwa keluarga tidak menghadapi musibah ini sendirian," ujar Tohari.
Selain menyampaikan belasungkawa secara langsung, KAI Daop 7 Madiun juga menyerahkan santunan kepada keluarga Tabah Nur Arriski, sopir truk yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Bantuan itu diberikan sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada keluarga korban.
Baca Juga:
6 Kereta Terlambat Imbas KA Logawa Tertabrak Truk di Nganjuk, KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Minta MaafPerhatian serupa juga diberikan kepada korban yang selamat. Secara terpisah, Manager Kesehatan KAI Daop 7 Madiun mengunjungi Djamiran, pengguna jalan yang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di RSUD Nganjuk.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus memberikan dukungan moril agar proses pemulihannya dapat berlangsung dengan baik.
"Doa kami menyertai almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Sementara bagi Bapak Djamiran, kami berharap segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga," tuturnya.
Di sisi lain, KAI Daop 7 Madiun terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan lanjutan pascakecelakaan tersebut. Bersamaan dengan itu, masyarakat kembali diingatkan agar selalu mematuhi aturan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.
Baca Juga:
Kecelakaan KA Logawa Tertemper Truk di Nganjuk Sebabkan Keterlambatan, PT KAI Minta MaafKAI mengimbau setiap pengguna jalan untuk berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada kereta yang akan melintas, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api demi menghindari kecelakaan.
"Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak berwenang. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepatuhan, kewaspadaan, dan kepedulian seluruh pengguna jalan," pungkasnya. (*)