KETIK, SURABAYA – Kontingen Jawa Timur berhasil meraih gelar juara umum Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tingkat nasional 2026 dengan mengoleksi 18 medali.
Capaian ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Jawa Timur meraih posisi tertinggi dalam ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sebanyak 18 medali yang diraih terdiri dari enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Raihan tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas klasemen akhir, mengungguli DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pencapaian para pelajar tersebut.
Menurutnya, prestasi itu menunjukkan potensi siswa Jawa Timur dalam mengembangkan gagasan inovatif menjadi peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:
Deni Wicaksono Terima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya di HUT ke-81 Jawa Timur“Alhamdulillah, murid-murid kita berhasil kembali mencatatkan prestasi membanggakan lewat ajang FIKSI. Ini artinya mereka memiliki tekad kuat dan kesiapan tinggi untuk berkompetisi menjadi entrepreneur masa depan,” ujar Khofifah, Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam klasemen akhir, DKI Jakarta menempati posisi kedua dengan tujuh medali, terdiri dari lima emas dan dua perunggu. Sementara itu, DI Yogyakarta berada di peringkat ketiga dengan 11 medali, yakni tiga emas, empat perak, dan empat perunggu.
Jawa Tengah menempati peringkat keempat dengan enam medali, terdiri dari satu emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Adapun Jawa Barat berada di posisi kelima dengan empat medali, yakni satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Apresiasi Polygon, Produk Sepeda Indonesia Tembus Pasar InternasionalKhofifah menyampaikan terima kasih kepada para siswa, guru pendamping, dan seluruh tim yang telah berjuang mengharumkan nama Jawa Timur.
Ia menegaskan, pencapaian tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pembinaan kewirausahaan di lingkungan pendidikan, termasuk melalui program Double Track dan pengembangan SMK berbasis industri.
“Prestasi ini merupakan buah manis dari komitmen berkelanjutan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di sekolah, termasuk optimalisasi program Double Track dan SMK berbasis industri,” tegasnya.
“Kita tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga inovator muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, mandiri secara ekonomi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” imbuh Khofifah.
Menurutnya, kewirausahaan pelajar tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga perlu menghadirkan solusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Melalui pendekatan sociopreneurship, generasi muda diharapkan mampu membangun usaha berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, keberhasilan meraih juara umum FIKSI Nasional 2026 didukung pembentukan tim pembinaan dan pendampingan intensif sebelum kompetisi.
Dinas Pendidikan Jawa Timur menggelar tiga tahap pendampingan atau coaching clinic dengan melibatkan pakar, lembaga terkait, pihak sekolah, serta orang tua siswa.
Pendampingan tersebut meliputi penguatan gagasan, penyempurnaan laporan, hingga latihan presentasi inovasi di hadapan dewan juri.
“Kami bersyukur ikhtiar yang kita lakukan membawa hasil positif. Kami membedah gagasan dan laporan para pelajar satu per satu, memperkuat bagian yang kurang, serta melatih mereka agar mampu mempresentasikan inovasinya secara mantap di hadapan juri,” kata Aries.
Selain pemantapan materi, pemusatan latihan atau training center juga dilakukan untuk memperkuat kesiapan mental dan psikologis siswa agar tampil percaya diri saat berkompetisi.
Aries menambahkan, FIKSI 2026 menekankan integrasi tiga bidang utama, yakni ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital. Ketiganya menjadi landasan bagi pelajar untuk mengembangkan inovasi usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.
“Wirausahawan masa depan bukan hanya mereka yang mampu mencetak profit, tetapi juga mereka yang menghadirkan solusi konkret atas permasalahan sosial dan ekologi. Melalui ajang ini, kita melahirkan profil Pelajar Pancasila yang memiliki jiwa sociopreneur tangguh, etis, dan berwawasan global,” ungkapnya.
Aries berharap keberhasilan meraih gelar juara umum dapat memotivasi sekolah-sekolah di Jawa Timur untuk terus mengembangkan potensi inovasi dan kewirausahaan siswa.
“Semoga capaian ini memotivasi seluruh generasi muda di Jatim untuk tidak ragu berkarya. Dindik Jatim siap terus mendampingi dan memfasilitasi setiap potensi inovasi anak-anak kita hingga mampu menembus pasar industri lokal maupun internasional,” pungkas Aries.(*)