KETIK, LEBAK – Kondisi jalan lingkungan yang rusak di Kampung Selahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, dikeluhkan warga. Kerusakan berupa paving block yang bergelombang di Jalan Kibuyut Mogana membuat anak sekolah dan pedagang gerobak kesulitan melintas, terutama saat musim hujan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin 19 Oktober 2026, kerusakan terlihat di Jalan Kibuyut Mogana yang mengarah ke Kampung Kebon Kopi. Ruas jalan tersebut menjadi akses utama yang digunakan masyarakat untuk menunjang berbagai kegiatan sehari-hari.

Sejumlah bagian paving block di jalan itu tampak rusak dan tidak rata. Kondisi permukaan jalan yang bergelombang membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas.

Warga Kampung Selahaur, Tartusi, mengatakan Jalan Kibuyut Mogana memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat. Jalan tersebut digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari mengantar anak berangkat sekolah, mengakses pusat pemerintahan, hingga menuju Pasar Rangkasbitung.

Selain warga, jalan itu juga kerap dilalui pedagang yang membawa barang dagangan, seperti mie ayam dan tahu bulat, menggunakan gerobak.

Baca Juga:
Bank Banten KCK Rangkasbitung Edukasi Pelajar SMAN 1 Kalanganyar soal Literasi Keuangan

"Jalan Kibuyut Mogana arah ke Kebon Kopi itu banyak aktivitas manusia. Ada yang berangkat sekolah, ke pusat pemerintahan, ke Pasar Rangkasbitung, sampai pedagang yang mengangkut barang dagangan," ujar Tartusi kepada wartawan saat ditemui di lokasi.

Menurut Tartusi, kondisi jalan semakin menyulitkan ketika hujan turun. Permukaan jalan yang rusak dan becek membuat perjalanan menjadi kurang nyaman, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus melintasinya setiap hari.

"Kalau musim hujan, jalan menjadi becek. Kasihan anak sekolah yang mau berangkat, sepatunya bisa basah. Pedagang yang lewat juga kesulitan karena gerobaknya bergoyang mengikuti kondisi jalan yang bergelombang," katanya.

Warga berharap kondisi Jalan Kibuyut Mogana mendapat perhatian dari pihak terkait. Perbaikan dinilai penting untuk menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kesulitan pengguna jalan, terutama anak sekolah dan pedagang.

Baca Juga:
Langit Rangkasbitung Tampak Keruh di Tengah Sebaran Asap Karhutla, DLH Lebak Belum Lakukan Pengecekan

Masyarakat juga mengharapkan adanya penanganan yang menyeluruh agar kerusakan tidak terus berulang dan akses jalan lingkungan dapat digunakan dengan lebih aman dan nyaman.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak pemerintah setempat maupun instansi terkait mengenai rencana penanganan dan perbaikan ruas jalan tersebut. (*)