KETIK, JOMBANG – Pembangunan jalan rabat beton di Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari Bantuan Padat Karya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Tahun Anggaran 2026 itu diduga dikerjakan tanpa menggunakan besi wiremesh atau anyaman kawat baja sebagai tulangan.

Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut. Apalagi, rabat beton di gang yang sama yang sebelumnya dibangun menggunakan Dana Desa Kedungturi, Gudo, Jombang sudah mengalami kerusakan.

Warga berinisial DN mengatakan, kondisi pekerjaan baru tersebut perlu diperiksa lebih lanjut, terutama terkait spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Rabat beton yang sebelumnya saja menggunakan Dana Desa di gang yang sama sudah rusak. Apalagi pengerjaan yang baru ini tidak menggunakan besi wiremesh, bisa tahan sampai berapa bulan," kata DN, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurut dia, ketiadaan wiremesh memang tidak otomatis membuat sebuah konstruksi jalan tidak dapat dikerjakan. Namun, keputusan tersebut semestinya didasarkan pada perhitungan teknis dan ketentuan pekerjaan yang berlaku.

Baca Juga:
Rencana Pembangunan Jalan Rabat Beton di Ujung Gading Diprotes Warga, Ada Apa?

"Kalau sepengetahuan saya, jalan rabat beton tanpa tulangan atau wiremesh bisa saja diterapkan asal sesuai atau mengacu pada regulasi terkait. Lha ini kesannya asal-asalan saja," ujarnya.

Persoalan tidak hanya pada tulangan beton. DN juga menyoroti kondisi tanah di lokasi pembangunan.

Ia menyebut tanah di lokasi relatif labil dan diduga tidak dilakukan pemadatan secara memadai sebelum pengecoran. Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi memengaruhi daya tahan jalan.

"Sudah diduga tidak ada besi wiremesh, tanah tidak dipadatkan, kan sudah ada indikasi itu. Rawan retak," katanya.

Baca Juga:
Jalan Rabat Beton di Kedungturi Jombang Rusak Meski Baru Dibangun, DPMD Akan Turun Lokasi

Selain itu hasil pengecoran yang menurut pengamatannya memiliki ketebalan yang tidak seragam. 

Ia menduga kualitas campuran beton perlu diperiksa untuk memastikan konstruksi memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Jika benar tidak terdapat tulangan dan proses pemadatan tanah tidak dilakukan sesuai kebutuhan teknis, kata dia, risiko kerusakan jalan akan semakin besar.

Tanpa tulangan pengendali retak, perubahan suhu maupun beban lalu lintas dapat memicu retakan pada beton. Karena itu, keputusan untuk tidak menggunakan wiremesh seharusnya tidak dilakukan tanpa dasar perhitungan teknis.

"Kebijakan tidak memakai wiremesh harus melalui perhitungan dari tenaga teknis atau pendamping desa agar disesuaikan dengan fungsi jalan dan anggaran yang ada," ujarnya.

Kepala Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo, Jombang, Sugito, saat dikonfirmasi mengenai dugaan tidak digunakannya wiremesh, kondisi tanah, serta kesesuaian pekerjaan dengan RAB, belum memberikan penjelasan.

"Saya masih di jalan, nanti saya telepon balik," kata Sugito melalui sambungan telepon.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lanjutan dari pihak Pemerintah Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang terkait spesifikasi teknis pembangunan jalan rabat beton bantuan Kemenaker tersebut.(*)