KETIK, SAMPANG – Ketua Korwil PKDI Madura Raya, Moch. Wijdan, membagikan rahasia kelancaran rezeki dan keberkahan hidup yang dilakoninya. Kepala Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang menegaskan kuncinya terletak pada konsistensi bersedekah dan menyayangi anak yatim. Minggu, 27 September 2026.

Kebiasaan menyantuni anak yatim telah dirintis Moch. Wijdan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa. Komitmen yang berawal dari skala kecil tersebut terus berkembang seiring berjalannya waktu.

“Awal mulanya saya hanya menyantuni 7 anak yatim. Alhamdulillah saat ini bisa menyantuni kurang lebih 3.000 anak yatim setiap bulannya,” ujarnya. 

Hal yang istimewa, Moch. Wijdan menyisihkan sebagian besar penghasilannya untuk disedekahkan. Ia mengaku rutin mendonasikan hingga 90 persen dari total pendapatan bulannya.

"Sebanyak 90 persen dari pendapatan bulanan saya sedekahkan. Sedekah ini sangat ampuh dan manfaatnya luar biasa," ungkapnya saat teman-teman PJS meminta arahan dan nasihat. 

Baca Juga:
Mengenal Lebih Dekat Bun Wid: Sosok Dermawan, Tokoh Penyeimbang, dan Pemersatu yang Peduli Pesantren

Tak hanya santunan finansial, pendiri (founder) Prabu Sakti ini juga rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara berkala. Setiap pertengahan bulan, ia mengadakan istigasah bersama sekitar 3.000 jamaah.

Berguru pada Tokoh dan Ulama.

Pemahaman mendalam mengenai keutamaan sedekah tersebut tidak lepas dari pengaruh dua tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Sampang.

Sosok pertama yang menginspirasinya adalah Aba Sahid seorang tokoh masyarakat asal Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang. Dari Aba Sahid, Moch. Wijdan belajar mengenai konsep keikhlasan dalam berbagi.

Baca Juga:
Sambut Hari Bhayangkara, Polres Aceh Singkil Santuni Anak Yatim

Selain Aba Sahid, pandangan keagamaannya dibentuk oleh KH. Abd. Qadir Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bira Timur, Kecamatan Sokobanah. Ia terkesan oleh tradisi kedermawanan sang kiai yang rutin bersedekah atas nama anak-anaknya setiap hari.

“Kisah kedermawanan Kiai Abd. Qadir turut membentuk pandangan saya mengenai pentingnya membiasakan diri untuk berbagi. Sedekah tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi perlu dibangun menjadi sebuah kebiasaan,” tutupnya. (*)