KETIK, BATU – Sebanyak 150 bibit pohon hasil partisipasi 85 instansi dalam peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu tidak berhenti sebagai simbol perayaan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu merencanakan penanaman seluruh bibit tersebut pada awal musim hujan, dengan kawasan Taman Kenanga, Gemulo, Desa Bulukerto, sebagai lokasi utama.

Kabid Pengendalian Pencemaran, Pemeliharaan Lingkungan, dan Pertamanan DLH Kota Batu, Reni Widiastutik, menyebut bibit pohon buah yang terkumpul saat upacara HUT ke-25 Kota Batu, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, didominasi tanaman jeruk, mangga, dan alpukat.

“150 bibit pohon yang terkumpul dari 85 instansi, mayoritas merupakan bibit pohon buah. Banyak pohon jeruk, mangga dan alpukat,” ujarnya, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Pengumpulan bibit tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kota Batu yang mengubah tradisi pemberian ucapan selamat saat peringatan hari jadi.

Jika sebelumnya perayaan identik dengan kiriman karangan bunga, tahun ini berbagai pihak diimbau memberikan tanaman buah dalam pot atau tabulampot yang nantinya ditanam di sejumlah ruang terbuka hijau.

Baca Juga:
Turun ke Jalan, Kapolres Batu AKBP Panji Atur Lalin dan Edukasi Bahaya Knalpot Brong

Langkah tersebut sejalan dengan tema HUT ke-25 Kota Batu, yakni “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan”, dengan semangat “Kreatif SAE”. Melalui inisiatif ini, ucapan selamat diharapkan tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menjelaskan bahwa seluruh tanaman yang terkumpul akan ditanam dan diberi penanda sebagai monumen lingkungan. Penanda tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi sekaligus simbol kepedulian bersama terhadap kelestarian alam.

“Nantinya akan kita tanam semua pohonnya. Kita akan tetap tandai pohon-pohon itu sebagai bentuk monumen lingkungan bagi semua pihak yang menyampaikan selamat untuk Hari Jadi Kota Batu ke-25 ini,” kata Dian.

Penanaman dijadwalkan pada awal periode musim hujan. Waktu tersebut dipilih sebagai bagian dari persiapan agar kegiatan penghijauan dapat menyesuaikan kondisi yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Baca Juga:
Pimpin Apel SMAN 2 Batu, Kapolres AKBP Panji Gedhe Prabawa Peringatkan Siswa Jauhi Bullying

Untuk lokasi penanaman, DLH Kota Batu memprioritaskan kawasan ruang terbuka hijau Taman Kenanga, Gemulo, Desa Bulukerto. Jika jumlah tanaman melebihi kapasitas kawasan tersebut, sebagian bibit akan dialihkan ke ruang terbuka hijau lain, termasuk sejumlah taman di Kota Batu.

“Kita akan tentukan titik untuk bisa ditanam bersama di awal-awal periode musim hujan, sehingga nantinya akan terus tumbuh menjadi monumen dan momentum lingkungan bagi kita semua,” ungkap Dian.(*)