KETIK, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memperkuat pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan persinyalan serta telekomunikasi menjelang dan selama musim hujan. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat hujan, genangan air, dan kelembapan, sekaligus menjaga keandalan infrastruktur pendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Pemeriksaan dilakukan secara berkala oleh petugas dari 12 Resor Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel) yang tersebar di wilayah operasional KAI Daop 8 Surabaya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh perangkat pendukung pengaturan perjalanan kereta api berfungsi dengan baik, terutama komponen yang berpotensi terdampak kondisi cuaca selama musim hujan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional kereta api, terutama saat memasuki musim hujan.

“Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi melalui pemeriksaan dan pemeliharaan infrastruktur secara konsisten. Karena itu, kami memperkuat pemeriksaan peralatan persinyalan dan telekomunikasi agar potensi gangguan dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani sesuai prosedur. Dengan demikian, keandalan perangkat pendukung perjalanan kereta api dapat terus terjaga,” ujar Mahendro.

Pemeriksaan mencakup sejumlah komponen penting, antara lain sistem pentanahan (grounding) menara radio, peralatan persinyalan elektrik, kotak peralatan (location case), sistem pendeteksi keberadaan kereta api (track circuit), serta ruang peralatan persinyalan elektrik. Petugas juga memeriksa kondisi pelindung dan celah pada kotak peralatan untuk memastikan air hujan tidak masuk dan mengganggu fungsi perangkat.

Baca Juga:
Naik 8,6 Persen, 182 Ribu Wisman Gunakan Kereta Api di Wilayah Daop 8 Surabaya

Selain itu, pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi atap ruang peralatan persinyalan, saluran kabel di jembatan, serta kebersihan perangkat elektronik dari semut, serangga, dan organisme lain yang berpotensi mengganggu kinerja peralatan.

Pada sistem persinyalan mekanik, petugas memastikan saluran kawat di bawah perkakas handel bebas dari sampah, kotoran, dan genangan air yang dapat menghambat pergerakan kawat. Kondisi saluran kawat, roda kawat sinyal, dan wesel turut diperiksa secara berkala. Pelumasan juga dilakukan pada komponen bergerak untuk menjaga kelancaran mekanisme dan memastikan peralatan bekerja sesuai fungsinya.

Pemeriksaan turut mencakup kondisi kabel tanah untuk memastikan kabel tetap tertanam dengan baik dan tidak terbuka di permukaan. Langkah ini dilakukan guna menjaga kondisi infrastruktur serta mengurangi risiko kerusakan akibat faktor eksternal, termasuk tindakan vandalisme.

Mahendro menegaskan bahwa pemeriksaan dan pemeliharaan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI Daop 8 Surabaya dalam menjaga kesiapan infrastruktur perkeretaapian menghadapi perubahan cuaca.

Baca Juga:
Kereta Api Makin Jadi Pilihan, Pelanggan KAI Daop 8 Surabaya Naik 7,9 Persen hingga Triwulan III 2026

“Kami berkomitmen menjaga keandalan peralatan persinyalan dan telekomunikasi melalui pemeriksaan rutin, pemeliharaan, serta penanganan dini terhadap potensi gangguan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen KAI untuk mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan menjaga kualitas layanan kepada pelanggan,” tutup Mahendro.

Melalui langkah tersebut, KAI Daop 8 Surabaya terus berupaya memastikan peralatan persinyalan dan telekomunikasi berada dalam kondisi andal selama musim hujan. Kesiapan infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung operasional kereta api yang aman, lancar, dan andal. (*)