KETIK, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait mendorong optimalisasi dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan di Kabupaten Jember untuk memperkuat investasi dan menggerakkan perekonomian daerah.

Menurut pria yang karib disapa Gus Fawait ini, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan belanja pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga perlu memperkuat sektor investasi sebagai sumber pertumbuhan lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait dalam forum "Bankers Lunch High Level Strategic Dialogue, From Banking Contribution to Regional Impact" yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember, Selasa, 18 Agustus 2026.

Fawait menjelaskan bahwa belanja pemerintah memang memiliki pengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika pemerintah merealisasikan berbagai program melalui APBD dan APBN, belanja tersebut dapat menggerakkan sektor usaha dan menciptakan aktivitas ekonomi di daerah.

Namun, ia menilai investasi memiliki potensi yang tidak kalah penting untuk dikembangkan. Investasi membutuhkan dukungan sektor keuangan, termasuk perbankan yang menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan bagi dunia usaha.

Baca Juga:
Gus Fawait Apresiasi Kepastian Nasib PPPK, Pemkab Jember Siap Kawal Proses Administrasi

"Selain belanja pemerintah atau APBD maupun APBN yang di Jember, yaitu adalah investasi. Nah, investasi itu berkaitan erat dengan perbankan baik itu kredit dan lain sebagainya," ujar doktor ilmu ekonomi dari Unair ini. 

Karena itu, Gus Fawait melihat posisi perbankan sangat strategis dalam memperluas aktivitas ekonomi Jember. Bank tidak hanya berfungsi sebagai tempat masyarakat menyimpan dana, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak investasi melalui penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian Pemkab Jember ialah dana pihak ketiga yang dihimpun perbankan. Fawait menyebut nilai DPK Jember berada pada posisi tertinggi di kawasan Sekar Kijang.

Menurutnya, besarnya dana yang dihimpun dari masyarakat tersebut perlu dioptimalkan agar memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian lokal. Pemerintah daerah berharap potensi tersebut dapat didorong untuk mendukung berbagai kegiatan investasi dan usaha di Jember.

Baca Juga:
Investasi Rp2 Triliun Masuk Jember, Pemkab Siapkan Proyek dan Jaga Sektor Agraris

Gus Fawait secara khusus mendorong agar optimalisasi DPK tersebut mulai terlihat pada semester II 2026. Menurut dia, peningkatan pemanfaatan dana melalui pembiayaan dapat membantu memperluas kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha.

"Dana pihak ketiga di Jember yang telah menduduki nominal tertinggi di daerah Sekar Kijang, bisa didorong agar direalisasikan lebih optimal di semester kedua," tuturnya.

Ia berharap peningkatan investasi dan pembiayaan perbankan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi Jember. Pemerintah daerah juga ingin pertumbuhan tersebut tidak berhenti pada peningkatan angka ekonomi, tetapi berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Gus Fawait menargetkan berbagai instrumen ekonomi tersebut pada akhirnya mampu membantu menekan angka kemiskinan di Jember. Dengan investasi yang tumbuh dan pembiayaan yang bergerak lebih optimal, aktivitas usaha diharapkan semakin luas dan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dorongan optimalisasi peran perbankan tersebut muncul dalam forum yang mempertemukan OJK, BI, Pemkab Jember, dan pimpinan perbankan. Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai kontribusi industri perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi Jember, yang sebelumnya juga menjadi perhatian dalam pembahasan penguatan ekonomi daerah. (*)