KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat posisi Jatim sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Penguatan sektor pertanian juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan melalui program Jatim Agro.

Komitmen tersebut disampaikan Khofifah dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Timur dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, pada Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Jawa Timur, serta Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

“Melalui Jatim Agro, kita memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan,” kata Khofifah.

Khofifah menyebut produksi padi Jawa Timur pada 2025 telah mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut memberikan kontribusi sekitar 17,34 persen terhadap produksi padi nasional.

Capaian sektor pertanian diproyeksikan tetap berlanjut pada tahun ini. Berdasarkan potensi produksi periode Januari hingga November 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 10,24 juta ton GKG atau tumbuh sekitar 2,84 persen.

Baca Juga:
Tiga Dekade Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan, Sri Untari Raih Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya

Untuk menjaga produksi pangan, Pemprov Jatim mendorong sejumlah langkah, mulai dari pengembangan Jatim Agro-Hub, penguatan jaringan irigasi, hilirisasi produk pertanian, pengembangan korporasi pertanian hingga regenerasi petani. Selain padi, komoditas jagung, tebu, daging, susu, telur dan perikanan juga menjadi bagian dari kekuatan pangan Jawa Timur.

Khofifah mengatakan peningkatan produksi perlu dibarengi dengan akses pasar yang semakin luas. Karena itu, pengembangan sektor pertanian turut didukung melalui peningkatan konektivitas antarwilayah dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Peran ini bertumpu pada kemampuan Jawa Timur menghubungkan produksi dengan pasar, mempertemukan investasi dengan potensi daerah, serta memperkuat hubungan ekonomi antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur,” jelasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari sembilan program prioritas Nawa Bhakti Satya dalam RPJMD Jawa Timur 2025–2029. Program tersebut mencakup Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Akses, Jatim Agro, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah–Amanah, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.

Baca Juga:
Sri Wahyuni Raih Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya Jatim 2026, Ini Kiprahnya hingga Diguyur Penghargaan!

Selain sektor pangan, Khofifah menyebut perekonomian Jawa Timur pada semester I 2026 tumbuh 5,84 persen, berada di atas pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen. Jawa Timur juga disebut menyuplai hampir 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi di Indonesia. (*)