KETIK, KEDIRI – Kesempatan masyarakat Kota Kediri untuk mengakses Pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat masih terbuka. Kementerian Sosial RI melalui Pemerintah Kota Kediri masih melakukan penjangkauan calon peserta didik untuk memenuhi kuota yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin menjelaskan program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya keluarga yang masuk dalam data DTSEN kategori Desil 1 dan Desil 2.

Namun apabila ada masyarakat pada Desil 3, 4, dan seterusnya masih memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini, dengan syarat melalui proses survei (ground check) kelayakan yang dilakukan oleh tim dari Dinas Sosial.

"Berbeda dengan sistem penerimaan peserta didik pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara terbuka. Untuk desil 1 dan desil 2 secara otomatis langsung masuk dan tidak disurvei," kata Imam, Jumat 10 Juli 2026.

"Namun untuk yang desil 3,4 dan seterusnya apabila berminat bisa menghubungi Dinas Sosial atau Lapor Mbak Wali 112 untuk selanjutnya dijangkau untuk dilakukan asesmen dan survei apakah yang bersangkutan benar- benar masuk kategori tidak mampu," sambungnya.

Baca Juga:
Meriahkan Hari Jadi ke-1147, 5.000 Pencinta RX King Bakal Hadiri Jamda RX King Jawa Timur di Kota Kediri

Setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA memiliki kuota sebanyak 90 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Namun hingga saat ini, kuota SMA telah terisi 84 siswa, kuota SMP terisi 83 siswa dan kuota SD baru terisi 25 siswa.

Imam berharap seluruh kuota dapat terpenuhi sebelum dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 13–17 Juli mendatang.

Kendati demikian, apabila nantinya kuota belum terpenuhi sepenuhnya, Imam mengatakan proses belajar mengajar tetap akan berjalan sesuai jumlah peserta didik yang telah diterima.

"Kemarin hasil koordinasi kita dengan Kemensos kuota seluruhnya diharapkan bisa terpenuhi. Jadi untuk rombel SD dialihkan menjadi rombel SMA. Dengan demikian, SMA mendapatkan tambahan 1 rombel atau tambahan kuota sebanyak 36 siswa," imbuhnya.

Baca Juga:
Sahkan Dua Perda Baru, Kota Kediri Siap Dongkrak Pelayanan Publik dan Jaga Nilai Sejarah

Imam mengatakan, program Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama. Seluruh biaya pendidikan meliputi seragam, tas, buku pelajaran, laptop, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan hidup sehari-hari selama mengikuti pendidikan akan ditanggung pemerintah.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama bagi anak-anak yang berpotensi putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Masyarakat juga diimbau turut menyampaikan informasi kepada tetangga maupun kerabat yang membutuhkan agar mereka dapat memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir mengenai legalitas pendidikan di Sekolah Rakyat. Ijazah yang diterbitkan untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA memiliki kedudukan yang setara dengan sekolah umum dan diakui secara resmi.

"Mari kita manfaatkan Sekolah Rakyat ini untuk memperbaiki tingkat pendidikan anak-anak kita. Kami berharap seluruh kuota dapat terisi sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dan yang tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah reguler karena keterbatasan biaya bisa memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas," pungkasnya.(*)