KETIK, BATAM – Pangeran Studio memperkenalkan film B.A.T.A.M. – Bila Aku Tenang Aku Menang, sebuah drama keluarga yang mengangkat perjalanan hidup, perjuangan, pengorbanan, kejujuran, dan keteguhan hati dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam seluruh penciptaan visual dan adegannya.
Film tersebut mengusung konsep produksi 100 persen AI pada visual dan adegan.
Meski demikian, proses kreatif dan kendali artistik tetap berada di tangan tim produksi, mulai dari ide, penulisan dan pengembangan cerita, penyutradaraan, pemilihan adegan, pengendalian karakter, dubbing, pengolahan suara, musik, editing hingga keputusan kreatif akhir.
Cerita B.A.T.A.M. berpusat pada Halimah, seorang gadis muda dari kampung pesisir yang pergi ke Batam dengan harapan dapat memperbaiki kehidupan keluarganya. Namun, kehidupan di kota tidak berjalan semudah yang dibayangkan.
Halimah harus menghadapi persoalan pekerjaan, tekanan hidup, persahabatan, serta berbagai pilihan yang menguji prinsip dan ketenangan hatinya. Dalam perjalanan tersebut, hadir sejumlah tokoh seperti Liza, Lutfi, Hisyam, Jimmy, Ali, serta keluarga Halimah di kampung.
Baca Juga:
DPRD Batam Gelar Paripurna, Wali Kota Batam Sampaikan RAPBD 2027 Rp4,86 TriliunPerjalanan para tokoh membawa penonton dari kehidupan sederhana masyarakat pesisir menuju dinamika Kota Batam. Keluarga dan nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi pusat cerita yang dibangun dalam film tersebut.
Judul B.A.T.A.M. sendiri merupakan akronim dari "Bila Aku Tenang Aku Menang". Pesan tersebut menjadi gagasan utama film bahwa kemenangan tidak selalu berarti mengalahkan orang lain.
Ada kalanya kemenangan terbesar justru lahir ketika seseorang mampu mengendalikan diri, menjaga prinsip, dan tetap tenang ketika menghadapi ujian.
“B.A.T.A.M. bukan hanya bercerita tentang sebuah kota. Film ini bercerita tentang perjalanan manusia. Kadang kita ingin memenangkan keadaan, padahal yang pertama harus kita menangkan adalah diri kita sendiri,” ujar Dedi Fitra, sutradara film B.A.T.A.M.
Baca Juga:
Film Baby Udon Tembus 102 Ribu Penonton, Denny Sumargo: Respons Penonton di Luar EkspektasiDalam film tersebut, Batam tidak hanya ditempatkan sebagai latar cerita. Kota itu menjadi bagian dari identitas film melalui suasana pesisir, pelabuhan, kawasan perkotaan dan industri, serta kehidupan masyarakatnya.
Kehadiran Batam sekaligus memperkuat cerita mengenai harapan, perantauan, kerja keras, dan jalan pulang. Film ini juga membawa pesan tentang keluarga, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, sedekah, keberanian memperbaiki diri, serta pentingnya tetap memiliki jalan pulang ketika kehidupan membawa seseorang jauh dari tempat asalnya.
Pendekatan produksi B.A.T.A.M. menjadi bentuk kolaborasi antara kreativitas manusia dan perkembangan teknologi sinema berbasis AI. Teknologi digunakan sebagai medium produksi, sedangkan gagasan dan keputusan kreatif tetap diarahkan oleh manusia.
Film B.A.T.A.M. – Bila Aku Tenang Aku Menang dipersembahkan oleh Barisan Indonesia Peduli bersama Pangeran Studio. Saat ini, film tersebut masih dalam rangkaian produksi dan promosi.
Jajaran pemeran film ini terdiri atas Nina Paramitha sebagai Halimah, Pangeran Lutfi Alfitrah sebagai Ali, Yati Marina sebagai Hamidah, Dedi Fitra sebagai Hisyam, Marcelino Agustio sebagai Lutfi, Ilvi Rahmi sebagai Liza, Ary Sulistyo sebagai Jimmy, Adrizal Sutanbandaro sebagai Zamri, Mesrawati Tampubolon, dan Muslim.
Sementara kru utama film terdiri atas Dedi Fitra sebagai sutradara, Yati Marina sebagai produser, Muslim sebagai co-produser, Marcelino Agustio sebagai Director of Photography (DOP), serta Arie Sulistyo Hadi sebagai penata musik.(*)