KETIK, MALANG – Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi para dosen yang digelar di Ruang 303, Lantai 3, Gedung Fakultas Syariah, pada Senin, 13 Juli 2026. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi fakultas dalam meningkatkan kompetensi dosen agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran, penelitian, serta pengembangan akademik.

Pelatihan diikuti jajaran pimpinan fakultas, dosen, dan guru besar di lingkungan Fakultas Syariah. Hadir sebagai narasumber, Soleh Hasan Wahid, M.H.I., mahasiswa Program Doktor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jakarta sekaligus alumni Fakultas Syariah UIN Malang angkatan 2010 yang memiliki kepakaran dalam pemanfaatan artificial intelligence di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini tengah mengalami disrupsi yang sangat cepat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi sekadar memasuki era digitalisasi, tetapi telah berada pada era artificial intelligence (AI) yang kini menjadi bagian dari kehidupan akademik.

"Sebagai dosen, kita menghadapi tantangan untuk menghasilkan riset yang berkualitas sekaligus menghadirkan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan relevan bagi generasi digital. Karena itu, AI hendaknya kita sikapi bukan dengan ketakutan, melainkan dengan kemauan untuk belajar dan menguasainya. AI tidak akan menggantikan empati, kebijaksanaan, dan nilai-nilai yang dimiliki seorang dosen. Namun, dosen yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki keunggulan dalam menjalankan tugas akademiknya," ujarnya.

Baca Juga:
Ratusan Pembalap Push Bike Cilik se-Indonesia Unjuk Bakat di UIN Malang

Prof. Umi menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membantu dosen menjadikan AI sebagai co-pilot atau asisten strategis dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Dalam bidang riset, AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat analisis data, pemetaan literatur, hingga penyusunan draf karya ilmiah secara lebih efisien tanpa mengabaikan integritas akademik. Sementara itu, dalam pembelajaran, AI mampu mendukung penyusunan kurikulum, pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif, serta asesmen yang lebih efektif dan objektif.

Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus tetap berlandaskan etika akademik sehingga teknologi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas dosen, bukan menggantikan orisinalitas pemikiran.

Pada sesi materi, Soleh Hasan Wahid memaparkan berbagai strategi pemanfaatan platform AI untuk mendukung proses penelitian dan publikasi ilmiah. Materi disusun secara aplikatif sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan pemanfaatan AI dalam mencari literatur akademik, mengidentifikasi research gap, mengelola referensi, menyusun kerangka artikel, memperkuat argumentasi akademik, hingga menyunting bahasa ilmiah sebelum naskah dikirim (submit) ke jurnal bereputasi.

Menurutnya, pemanfaatan AI harus selalu berada dalam koridor etika akademik dengan tetap mengedepankan orisinalitas, validitas data, transparansi, serta tanggung jawab ilmiah penulis. AI, lanjutnya, merupakan alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas akademik, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis dan integritas seorang peneliti.

Baca Juga:
Peradi Profesional Gandeng 111 Perguruan Tinggi Bangun Ekosistem Keadilan Nasional

Pimpinan fakultas, dosen, dan guru besar di lingkungan Fakultas Syariah UIN Malang sedang mengikuti Pelatihan Artificial Intelligence (AI), Senin, 13 Juli 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang) 

Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini memadukan penyampaian materi konseptual dengan sesi praktik intensif. Selama kegiatan, suasana berlangsung interaktif karena para dosen tidak hanya memperoleh pemahaman tentang konsep dan etika pemanfaatan AI, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai platform AI yang dapat diimplementasikan untuk mendukung pembelajaran, penelitian, penulisan artikel ilmiah, hingga publikasi di jurnal bereputasi.

Melalui pelatihan ini, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap para dosen semakin adaptif dalam menghadapi transformasi digital serta mampu mengintegrasikan pemanfaatan AI secara etis, inovatif, dan bertanggung jawab. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan produktivitas riset, serta mewujudkan visi Fakultas Syariah sebagai institusi yang hebat, melesat, unggul, dan impactful di tingkat nasional maupun global.