KETIK, PAGAR ALAM – Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian dunia penerbangan Indonesia. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepala Bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam Sumsel, Sastra Ami Noto, S.Sos., melalui Kanit PKP-PK Bandara Atung Bungsu, Edi Arhansyah, S.E., mengatakan, pihaknya terus mengikuti perkembangan informasi dan arahan dari pemerintah pusat terkait kondisi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Edi, aktivitas erupsi gunung api Anak Krakatau dapat memengaruhi penerbangan, karena material vulkanik, khususnya abu vulkanik, berpotensi membahayakan keselamatan pesawat.

“Dengan adanya bencana Erupsi Gunung Api Anak Krakatau, jelas berpengaruh terhadap penerbangan. Kenapa berpengaruh? Karena kita mengutamakan keselamatan penerbangan,” ujanya.

Edi menjelaskan, abu vulkanik yang berada di jalur penerbangan, dapat mengganggu operasional pesawat.

Baca Juga:
Prabowo Sebut Pagaralam dalam Pidato Kenegaraan 2026, Ada Apa?

Material Abu vulkanik berpotensi memberikan dampak serius, terhadap mesin maupun komponen pesawat, sehingga kondisi cuaca dan informasi mengenai sebaran abu vulkanik harus menjadi perhatian utama.

Ditambahkannya, berdasarkan informasi diterima dari pusat, kondisi operasional sejumlah bandara yang menjadi bagian dari jalur penerbangan turut mengalami penyesuaian.

Karena itu, Bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam Sumsel masih menunggu perkembangan dan arahan lebih lanjut.

Untuk sementara karena ada bencana letusan Gunung Anak Krakatau, menurut informasi dari pusat Bandara Halim close, Bandara Soekarno-Hatta juga close. "Kita mengikuti arahan dari pusat untuk keselamatan bersama, dunia penerbangan,” jelasnya.

Baca Juga:
Lapas Kelas III Pagar Alam Gelar Baksos, Bantu Pasien yang Membutuhkan Darah

Jadwal Citylink Masih Menunggu Kepastian

Terkait penerbangan Citylink yang melayani rute Bandara Halim menuju Bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam Sumsel, Edi mengatakan pihaknya masih menunggu informasi terbaru dari pusat.

Penerbangan Citylink diketahui melayani rute Halim–Atung Bungsu dilaksanan seminggu 2 kali pada Selasa dan Jumat.

Namun, kepastian operasional penerbangan tetap bergantung pada kondisi cuaca, dan aktivitas eruvsi vulkanik, serta keputusan otoritas penerbangan dan maskapai.

“Sampai sejauh ini kita masih menunggu informasi dari pusat. Kalau Halim open, kita Bandara Atung Bungsu juga open,” katanya.

Selain penerbangan Citylink, Bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam Sumsel juga melayani penerbangan Susi Air pada Sabtu dengan rute dari Bandara Fatmawati menuju Atung Bungsu dan selanjutnya menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Namun, penerbangan tersebut juga tetap bergantung pada kondisi cuaca dan faktor keselamatan penerbangan.

Dikatakan Edi, apabila pembatalan penerbangan dilakukan oleh pihak maskapai karena kondisi operasional atau cuaca, maka penumpang tidak dikenakan biaya pembatalan. Berbeda halnya apabila pembatalan dilakukan atas inisiatif penumpang sendiri. (*)