KETIK, MALANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan sosialisasi dan pemasangan alat forecasting atau prakiraan cuaca di Desa Bulukerto dan Desa Sumbergondo pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi banjir.
Kegiatan ini menggunakan pendanaan dari skema Hibah Internal UM dengan melibatkan Politeknik Negeri Malang (Polinema) sebagai mitra pengembangan alat serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Bulukerto dan Desa Sumbergondo sebagai mitra lokal.
Program ini terutama diarahkan bagi masyarakat Desa Bulukerto yang memiliki riwayat kerawanan banjir pada musim penghujan. Kolaborasi dengan Desa Sumbergondo dilakukan karena kedua wilayah memiliki kedekatan geografis dan keterkaitan aliran air yang dapat memengaruhi kondisi hidrologis di Desa Bulukerto.
Sebelum terjun langsung ke masyarakat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UM yang diketuai Annisya’, M.Pd., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Bulukerto dan Desa Sumbergondo pada 29 Juni 2026. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan mitra sekaligus menyusun teknis pelaksanaan program.
Selanjutnya, tim melanjutkan kerja sama dengan Polinema untuk merancang dan mengembangkan alat forecasting cuaca. Alat tersebut kemudian dipasang di titik perbatasan Desa Bulukerto dan Desa Sumbergondo agar dapat mendukung pemantauan kondisi cuaca dan air di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Hadirkan 20 Lebih Pilihan Sate, Hotel Santika Premiere Malang Berikan Pengalaman Kuliner Bertajuk "Sizzle & Spice"Dalam kegiatan sosialisasi, perangkat desa dan warga dari kedua desa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya informasi prakiraan cuaca sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
Tim UM yang juga bermitra dengan Polinema menjelaskan pemanfaatan teknologi tersebut untuk mengetahui kondisi cuaca dan potensi peningkatan curah hujan sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.
Selain pemaparan materi, warga juga mengikuti demonstrasi penggunaan alat. Demonstrasi tersebut memperlihatkan proses pengumpulan data cuaca hingga pemanfaatan hasil pengukuran sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa, khususnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.
Baca Juga:
Wujud Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Lowokwaru Kota Malang Dampingi Petani Panen JagungDalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Desa Bulukerto dipilih sebagai penerima manfaat berdasarkan kondisi geografis dan riwayat kerawanan banjir. Sementara itu, Desa Sumbergondo dilibatkan sebagai mitra kolaborasi karena memiliki keterkaitan kondisi hidrologis dengan Desa Bulukerto.
Di sisi lain, kolaborasi juga dilakukan antarperguruan tinggi. Polinema memiliki peran dalam pengembangan aspek teknis alat sehingga teknologi yang diperkenalkan kepada masyarakat telah melalui proses rancang bangun dan pengujian.
Secara teknis, alat forecasting cuaca ditempatkan di titik perbatasan kedua desa. Keberadaan alat tersebut diharapkan dapat menyediakan data yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat dan tepat, termasuk dalam menentukan langkah mitigasi maupun evakuasi apabila terjadi peningkatan risiko banjir.
Pengembangan sistem pemantauan ini juga menjadi bagian dari upaya mencegah dampak bencana serupa banjir bandang yang pernah melanda Desa Bulukerto pada 2021. Bencana tersebut menimbulkan kerugian ekonomi, kerusakan lingkungan, serta kerusakan sejumlah fasilitas desa.
Kepala desa dan perangkat dari kedua wilayah menyambut baik program tersebut. Mereka berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi terus disertai pendampingan secara berkala agar alat dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat dan perangkat desa.
Melalui program ini, UM mendorong pemanfaatan teknologi dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) untuk mengurangi risiko bencana. Kolaborasi UM, Polinema, serta masyarakat Desa Bulukerto dan Desa Sumbergondo diharapkan dapat memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana berbasis kondisi lokal.
Upaya tersebut sejalan dengan SDGs 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, khususnya dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana, serta SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui penguatan kapasitas adaptasi dan kesiapsiagaan terhadap risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen UM dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi forecasting di tingkat desa juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UM menyampaikan terima kasih kepada UM atas dukungan dan pendanaan yang diberikan sehingga program di Desa Bulukerto dan Desa Sumbergondo dapat terlaksana. Tim juga berharap program tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua desa.(*)