KETIK, JAKARTA – Komunikasi keberlanjutan (sustainability communication) bukan sekadar penyampaian informasi satu arah atau sekadar kepatuhan administratif perusahaan, melainkan jembatan strategis untuk membangun pemahaman dan aksi kolektif multi-pemangku kepentingan. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Benny Siga Butarbutar, saat hadir sebagai dosen tamu (prominent lecturer) dalam program Magister Sains Sustainability (MSU) Batch 3 Universitas Pertamina (UPER), Sabtu, 26 September 2026. 

Mengangkat topik "Designing Sustainability Communication & Stakeholder Engagement", praktisi senior yang berpengalaman lintas jurnalisme dan kehumasan BUMN ini membagikan wawasan mendalam mengenai dinamika komunikasi korporasi dan mitigasi krisis di era keberlanjutan. 

Benny mengawali pemaparannya dengan berinteraksi langsung lewat pertanyaan serta diskusi interaktif dengan mahasiswa yang dibaris depan. Suasana kelas jadi "gayeng", penuh antusiasme dan lebih hidup. 

Ia menekankan evolusi komunikasi di tengah era digital dan dunia yang bergerak real-time, di mana tantangan ketidakpastian (VUCA dan BANI) menuntut kejelasan (clarity), empati, serta perencanaan skenario yang matang.

Baca Juga:
Menengok Kiprah Pengurus MIRAI Universitas Pertamina, Ritus Spiritual Mingguan hingga Pengabdian Publik

"Komunikasi hari ini bukan sekadar mengabarkan apa yang telah dilakukan, melainkan orkestrasi pemaknaan bersama (coordinated meaning-making) yang harus terukur, partisipatif, serta mampu menumbuhkan rasa kepemilikan hingga menghasilkan tindakan nyata," papar Benny di hadapan para mahasiswa.

Mahasiswa Magister Sains Sustainability Universitas Pertamina, Muhsin Budiono (kanan), saat foto bersama Dirut LKBN Antara, Benny Siga Butarbutar. (Foto: Dok. Ketik.com)

Dalam sesi materi, Benny menguraikan tahapan sistematis mulai dari pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder mapping), strategi keterlibatan (stakeholder engagement), hingga penyusunan pesan komunikasi yang berdampak pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 

Mantan Corporate Secretary of Garuda Indonesia ini juga menyoroti pentingnya matriks pengaruh dan kepentingan (influence vs interest) guna membedakan penanganan kelompok pembuat keputusan kunci (Key Decision Makers) dan pembentuk opini publik (Key Opinion Formers), sembari mengingatkan agar kelompok rentan tidak luput dari perhatian.

Baca Juga:
Aperti BUMN Anugerahkan Beasiswa Tahun 2026 Bagi 312 Mahasiswa Bertalenta Unggul di Auditorium UISI Gresik

Perkuliahan yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh 48 mahasiswa MSU Batch 3 yang datang dari ragam latar belakang industri dan profesional.

Koordinator Kelas, Fakhrur Razy, yang sehari-hari menjabat sebagai Senior Engineer Production Asset Integrity & Competency Development di PT Pertamina Hulu Mahakam menyampaikan terima kasih dan apresiasi langsung atas kesediaan prominent lecturer yang bersedia meluangkan waktu dan menyempatkan diri untuk hadir mengajar.

Latar belakang Benny yang sarat pengalaman—mulai dari 20 tahun karier jurnalistik di Kantor Berita Antara hingga memimpin komunikasi korporat di sejumlah entitas strategis seperti Citilink Indonesia, Garuda Indonesia, dan Perum Bulog—membuat diskusi studi kasus berjalan dinamis dan aplikatif.

Di akhir sesi, perkuliahan ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan penyerahan plakat apresiasi dari pihak Program Magister Sains Sustainability UPER kepada Benny Siga Butarbutar. 

Diharapkan, kolaborasi antara praktisi industri komunikasi dan sivitas akademika ini dapat melahirkan talenta keberlanjutan yang tidak hanya mahir secara teknis, namun juga tangguh dalam merancang narasi serta menjalin kemitraan strategis demi masa depan yang berkelanjutan. (*)