KETIK, PACITAN – AKBP Ayub Diponegoro Azhar menjadi salah satu figur yang cukup mendapat perhatian masyarakat sejak dipercaya memimpin Polres Pacitan.

Perwira Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 ini memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, termasuk pernah menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ayub resmi menjabat sebagai Kapolres Pacitan sejak Kamis, 17 April 2025, pergantian tersebut ditandai dengan acara pisah sambut di Pendopo Kabupaten.

Ia menggantikan AKBP Agung Nugroho yang mendapat penugasan baru sebagai Wakapolres Metro Jakarta Timur.

Jejak Karier Ayub, dari Reserse hingga Penyidik KPK

Baca Juga:
Kecelakaan Dua Motor di JLS Pacitan-Trenggalek, Satu Pengendara Alami Cedera dan Jari Putus

Ayub lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada 25 Agustus 1985.

Sebagai perwira dengan latar belakang reserse, ia telah melewati berbagai penugasan sebelum dipercaya menjadi Kapolres Pacitan.

Ia mengawali pengabdian di Polres Kuningan, Polda Jawa Barat, kemudian bertugas di Polres Cirebon.

Setelah melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), kariernya berlanjut di Jawa Timur, termasuk di Polres Mojokerto dan Polres Gresik.

Baca Juga:
Api Lahap Dua Hektare Lahan Perhutani Pacitan, Puntung Rokok Diduga Pemicu

Di Polres Gresik, Ayub dipercaya menjabat Kasatreskrim. Ia kemudian mendapat tugas sebagai Kasatreskrim Polres Sidoarjo.

Ayub juga pernah dipercaya menjadi pengasuh taruna di Akademi Kepolisian.

Setelah itu, kariernya berlanjut di Bareskrim Polri sebelum mendapat penugasan sebagai penyidik KPK.

Selama sekitar enam tahun di KPK, Ayub memperoleh pengalaman dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Ia disebut pernah terlibat dalam penanganan perkara yang menyeret mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Pengalaman di KPK Ajarkan Pentingnya Komunikasi

Pengalaman selama bertugas di KPK turut membentuk cara pandang Ayub dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Saat diperkenalkan sebagai Kapolres Pacitan, Ayub sempat menceritakan pengalamannya menghadapi demonstrasi yang hampir setiap hari berlangsung di depan Gedung KPK.

Bahkan, ia mengaku sampai hafal lagu-lagu yang digunakan massa saat menyampaikan aspirasi.

Menurut Ayub, pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa komunikasi antara aparat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Ia menilai aspirasi masyarakat harus diberikan ruang untuk didengar dan ditindaklanjuti melalui komunikasi yang baik.

Pengalaman Reserse, Pernah Tangani Kasus Penculikan

Sebelum berada di KPK, Ayub juga memiliki pengalaman dalam penanganan perkara kriminal. Salah satunya ketika bertugas di Polres Gresik.

Pada 2014, ia pernah menangani kasus penculikan dan penyanderaan seorang siswa sekolah dasar.

Operasi penyelamatan dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian dan TNI hingga korban berhasil diselamatkan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Ayub dalam bidang reserse yang kemudian membawanya ke berbagai penugasan strategis.

Humanis dan Bangun Kedekatan dengan Warga

Sejak menjabat Kapolres Pacitan, Ayub tidak hanya mengedepankan penegakan hukum.

Ia juga berupaya membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat.

Salah satunya melalui media sosial. Akun Instagram-nya memiliki sekitar 23 ribu pengikut, sedangkan akun TikTok-nya diikuti sekitar 34 ribu pengguna.

Ayub cukup aktif memberikan edukasi, berinteraksi, termasuk merespons komentar, pertanyaan dan masukan masyarakat yang disampaikan melalui platform digital.

Ia juga mempublikasikan nomor WhatsApp yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan aduan maupun informasi secara langsung melalui program WADUL Pak Kapolres.

Di sela kesibukan menjalankan tugas, aktivitas olahraga turut menjadi kesempatan baginya untuk bertemu dan berinteraksi dengan warga secara langsung. 

Membuat sosok Kapolres Ayub cukup populer dan diidolakan oleh masyarakat Pacitan.

Catatan Pengungkapan Kasus

Pendekatan humanis yang dibangun Ayub berjalan beriringan dengan penanganan sejumlah perkara yang dilakukan jajaran Polres Pacitan.

Beberapa pengungkapan yang mendapat perhatian publik di antaranya penggagalan penyelundupan 27.650 benih lobster menuju Solo, penanganan ancaman peledakan Mapolres Pacitan yang melibatkan koordinasi dengan Densus 88, pengungkapan kasus Mbah Tarman cek mahar Rp3 miliar palsu yang sempat viral, pengejaran pembacok eks mertua hingga kasus penyiraman cairan kimia terhadap penjual tempe.

Pada 2026, jajaran Polres Pacitan juga mengungkap sejumlah kasus pencurian, mulai dari pencurian LPG hingga antisipasi kelangkaan, pencurian umbi porang, pencurian kendaraan bermotor serta pencurian emas dengan nilai ratusan juta rupiah.

Selain penanganan perkara, jajaran Polres Pacitan di bawah kepemimpinan Ayub juga terlibat dalam penguatan keamanan dan pemberdayaan masyarakat.

Ukir Prestasi Tingkat Nasional

Salah satu capaian yang turut membawa nama Pacitan ke tingkat nasional datang dari Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo.

Desa tersebut berhasil meraih Juara I Lomba Tiga Pilar Tingkat Nasional 2026. Desa Nogosari menjadi yang terbaik setelah bersaing dengan peserta dari 416 kabupaten dan 98 kota di seluruh Indonesia.

Keberhasilan tersebut ditopang sinergi pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta menyelesaikan berbagai persoalan secara cepat, humanis dan partisipatif.

Dalam penilaian tersebut, salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Trisula Naga dan aplikasi E-Thithir.

Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat melaporkan gangguan keamanan, persoalan sosial hingga potensi bencana melalui telepon genggam.

Ayub menyebut keberhasilan Desa Nogosari tersebut sebagai kebanggaan masyarakat Pacitan.

Riwayat Singkat AKBP Ayub Diponegoro Azhar

Nama: AKBP Ayub Diponegoro Azhar, S.H., S.I.K., M.I.K.

Tempat lahir: Palu, Sulawesi Tengah

Tanggal lahir: 25 Agustus 1985

Alumni: Akademi Kepolisian (Akpol) 2006

Jabatan: Kapolres Pacitan

Riwayat penugasan: Polres Kuningan, Polres Cirebon, Polres Mojokerto, Polres Gresik, pengasuh taruna Akpol, Bareskrim Polri, penyidik KPK, Kasatreskrim Polres Gresik, Kasatreskrim Polres Sidoarjo, dan Kapolres Pacitan.(*)