KETIK, JAKARTA – Pemerintah mencari cara untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 tanpa membebani keuangan negara.

Sekretaris Eksekutif sekaligus anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa menjaga harga BBM bersubsidi merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat dari tekanan biaya energi. Namun, kebijakan tersebut perlu ditopang perhitungan fiskal yang matang agar dapat terus berjalan.

“Kami juga sampaikan kajian terkait dengan BBM, kami menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa langkah pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi ini sudah tepat, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat saat ini,” ujar Seto usai pertemuan.

DEN juga membahas sejumlah pilihan kebijakan fiskal yang dapat ditempuh Kementerian Keuangan dengan dukungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Langkah ini disiapkan agar pemerintah memiliki ruang pembiayaan yang memadai untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi sampai penghujung tahun.

Baca Juga:
FSPPB Klaim Integrasi Pertamina Bisa Tekan Harga BBM hingga Rp7.500 per Liter

Seto menegaskan, upaya menjaga harga energi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan keuangan negara dalam menopang kebijakan tersebut.

“Kami juga mendiskusikan beberapa strategi-strategi fiskal yang bisa dilakukan oleh pemerintah, Kementerian Keuangan, dan juga dibantu Danantara untuk memastikan bahwa harga BBM ini tetap bisa dijaga sampai akhir tahun dan fiskalnya juga tetap sustainable,” imbuhnya.

Di luar langkah jangka pendek, DEN turut menyoroti perlunya pembenahan sistem subsidi energi. Pemerintah didorong memperbaiki mekanisme penyaluran agar manfaat subsidi lebih banyak dirasakan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Juga beberapa perbaikan-perbaikan jangka panjang yang bisa dilakukan tadi untuk kita bisa membuat subsidi energi ini bisa menjadi lebih tepat sasaran,” pungkas Seto. (*)

Baca Juga:
Antrean BBM Mengular, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap