KETIK, SERANG – Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan arah pembangunan Banten pada 2027 tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang tersedia, melainkan dari sejauh mana anggaran tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Deden dalam Rapat Paripurna DPRD Banten dengan agenda Penjelasan Gubernur atas Raperda APBD Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Banten, Selasa 6 Oktober 2026.

"Jadi, arah pembangunan Banten 2027 bukan hanya soal berapa banyak anggaran yang tersedia, tetapi ke mana anggaran diarahkan dan seberapa nyata manfaatnya bagi masyarakat," kata Deden.

Menurut Deden, Pemerintah Provinsi Banten menempatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pemerataan infrastruktur sebagai fondasi penting dalam menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dan menjadi fokus dalam Rancangan APBD 2027.

Ia menilai penanganan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan. Pemerintah daerah harus memperkuat fondasi agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Baca Juga:
Andra Soni: Warga Banten Patut Bangga, Dua Mantan Kapolda Banten Beruntun Jadi Kapolri

"Kemiskinan tidak cukup diatasi dengan bantuan. Agar masyarakat punya peluang hidup yang lebih baik, fondasinya perlu diperkuat: SDM yang berkualitas dan infrastruktur yang lebih merata," ujarnya.

Peningkatan kualitas SDM, kata Deden, menjadi kunci agar masyarakat Banten mampu bersaing dan merespons perubahan ekonomi serta dunia kerja. Karena itu, Pemprov akan memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan untuk memastikan akses yang berkualitas, terjangkau, dan nondiskriminatif.

"Kedua sektor dasar ini menjadi sangat penting dalam mewujudkan SDM yang berdaya saing tinggi," ujarnya.

Selain itu, Pemprov Banten juga akan melanjutkan pemerataan pembangunan infrastruktur secara bertahap dan berkesinambungan. Infrastruktur yang memadai tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga faktor penting dalam memperkuat konektivitas dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga:
Jelang HUT ke-26, Pemprov Banten Ajak Warga Meriahkan Hari Jadi Lewat Twibbon

"Dengan konektivitas yang semakin baik, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi dapat berkembang lebih merata di berbagai daerah di Banten," jelasnya.

Deden menambahkan, penguatan fondasi pembangunan tersebut akan berjalan beriringan dengan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta penguatan kinerja birokrasi agar lebih efektif, responsif, dan adaptif.

Di tengah prediksi tekanan fiskal 2027, Pemprov Banten juga menyiapkan strategi untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengoptimalkan sektor-sektor potensial yang belum maksimal.

"Di tengah prediksi tekanan fiskal 2027, Pemprov Banten juga akan mendorong peningkatan PAD dengan mengoptimalkan sektor-sektor potensial yang belum maksimal," ujarnya.

Dengan arah kebijakan tersebut, Pemprov Banten menargetkan pembangunan pada 2027 tidak berhenti pada peningkatan indikator ekonomi semata, tetapi juga mampu memperkuat kualitas hidup masyarakat. (*)