KETIK, CILACAP – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan Pengawasan Kearsipan Daerah Kabupaten Cilacap sekaligus penganugerahan pemenang lomba pembuatan film dokumenter animasi tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula BPKAD Cilacap, Kamis, 22 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut memiliki dua agenda utama. Pertama, sebagai puncak rangkaian pengawasan kearsipan yang diselenggarakan setiap tahun. Kedua, memberikan penghargaan kepada siswa SMA, SMK, MA, dan MAK yang mengikuti lomba pembuatan film dokumenter animasi.
"Di tahun ini, Alhamdulillah untuk pengawasan kearsipan Kabupaten Cilacap di tingkat provinsi mendapatkan peringkat kedua dari 35 kabupaten kota. Sementara di tahun sebelumnya Cilacap meraih peringkat ketiga, naik satu tingkat," ungkap Fauzi.
Ia menambahkan, lomba film animasi bagi siswa SMA, SMK, dan sederajat bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah Kabupaten Cilacap. Tema yang diangkat meliputi tempat wisata, tempat bersejarah, dan tokoh-tokoh asli Cilacap.
Dalam pelaksanaannya, lomba film dokumenter tersebut diikuti 26 sekolah dengan total sekitar 29 film animasi yang ditampilkan.
Baca Juga:
DPRD Cilacap Suyatno Tinjau Rumah Warga yang Rusak Tertimpa Tembok Bekas Kebakaran Toko Rita"Di tahun sebelumnya tidak ada film animasi, murni bikinan siswa-siswi. Tahun ini mulai mencantumkan animasi supaya siswa dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Sementara dari juri kita yang kita pilih dan tidak ada tekanan dari manapun dan harus objektif agar setiap even ya kita selenggarakan bisa diikuti dan di minati oleh banyak pihak," pungkas Fauzi.
Fauzi menjelaskan, hasil karya peserta, termasuk film para pemenang lomba, menjadi hak Dinas Arpus Kabupaten Cilacap. Karya-karya tersebut nantinya akan diunggah melalui kanal YouTube Arpus dan Perpustakaan Elektronik Cilacap (Pensil) agar dapat diakses masyarakat.
"Nantinya akan kita upload di Youtube Arpus dan di perpustakaan elektronik Cilacap (Pensil) agar bisa di akses dan dinikmati oleh masyarakat, karena hal-hal yang di buat oleh siswa ini menyasar pada generasi muda," tutur Fauzi.
Ia menyebutkan, lomba tersebut mengangkat tiga tema utama, yakni tempat wisata di Cilacap, tokoh pahlawan dari Cilacap, dan tempat bersejarah di wilayah tersebut.
Baca Juga:
DPRD Jateng David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga Cilacap, Usulkan Bantuan untuk Tingkatkan Ekonomi"Lomba ini hanya diikuti oleh anak SMA, SMK, sederajat yang ada di wilayah Kabupaten Cilacap. Meskipun ada peserta dari luar Cilacap tapi kita tetap berkomitmen untuk mengembangkan putra-putri Kabupaten Cilacap," tegasnya.
Selain mengapresiasi karya pelajar, Fauzi juga menyoroti sejumlah hal yang perlu ditingkatkan dalam pengawasan kearsipan. Meski Kabupaten Cilacap berhasil menempati peringkat kedua di tingkat provinsi, nilai yang diperoleh baru mencapai 96,69 dari 100.
Menurutnya, masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi. Salah satunya, sebanyak 12 organisasi perangkat daerah (OPD) belum memiliki arsip waris, padahal aspek tersebut memiliki bobot penilaian cukup tinggi. Ia menegaskan, peningkatan pengelolaan arsip tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Arpus, tetapi juga memerlukan keterlibatan OPD terkait.
Untuk mendorong perbaikan, pemerintah daerah berencana menyusun peraturan bupati tentang digitalisasi arsip. Namun, proses digitalisasi tetap harus memperhatikan ketentuan yang berlaku karena tidak semua arsip dapat dialihkan ke bentuk digital, terutama arsip yang berkaitan dengan data perseorangan.
Ke depan, Fauzi berharap Kabupaten Cilacap dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan kearsipan dan memperbaiki capaian peringkat di tingkat provinsi.
Ia ingin prestasi yang sebelumnya berada di peringkat ketiga dan kini meningkat ke peringkat kedua dapat menjadi dorongan untuk meraih peringkat pertama pada penilaian berikutnya. (*)