KETIK, BATU – Muhammad Iqdam Kholid atau yang dikenal dengan nama Gus Iqdam bersama hadroh Sabilu Taubah, akan meramaikan pengajian akbar di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Minggu, 1 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-25 Kota Batu yang mengusung tema “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan slogan “Kreatif Sae”.

Wali Kota Batu, Nurochman, mengajak seluruh masyarakat untuk menghadiri pengajian akbar tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan, dan memperkuat kebersamaan dalam membangun Kota Batu.

“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Kota Batu yang lebih baik,” ujarnya, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Ia juga berharap kegiatan tersebut membawa keselamatan, keberkahan, dan kebaikan bagi masyarakat, baik dalam kehidupan pribadi maupun keluarga.

Baca Juga:
Siapkan Rp50 M, Pemkot Batu Realisasikan Revitalisasi Stadion Brantas di 2027

“Semoga melalui kegiatan ini kita senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kebaikan bagi diri kita, keluarga kita, serta seluruh masyarakat Kota Batu yang semakin SAE,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, bersama jajaran Pemerintah Kota Batu bersilaturahmi ke markas pusat Gus Iqdam di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II, Kabupaten Blitar, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Wawali yang akrab disapa Mas Heli berharap kegiatan keagamaan ini tidak hanya memperkuat keimanan dan kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

Kehadiran jamaah dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan membuka peluang usaha bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, serta sektor transportasi dan akomodasi.

Baca Juga:
Kunjungan Stabil Tapi Lama Menginap Turun, Ini Strategi Disparta Kota Batu Gaet Wisatawan

“Pengajian ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan, memperkuat keimanan, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui peluang bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, serta sektor transportasi dan akomodasi mengingat jamaah Gus Iqdam berasal dari berbagai daerah se-Indonesia,” ungkap Mas Heli.(*)